Dosa yang tidak terampuni,apakah bisa diampuni oleh-NYA?
Mbah, misal saya punya dosa2 yang tidak terampuni, apakah ALLAH akan mengampuni dosa2 itu. Klo bisa dengan cara bagaimana saya bisa mohon ampunan-NYA.Mohon bimbingannya.Terimakasih.
Penanya : Arif Triyanto (Arif) pada 9 Februari 2009 15:48:15
Jawab:
Apa yang kau maksud dengan dosa-dosa yang tidak terampuni? Dosa yang paling besar itu ialah syirik, menyekutukan Allah. Ini saja --dosa paling besar ini saja-- bila yang bersangkutan benar-benar bertaubat; insya Allah akan diampuni oleh Allah. Allah itu Maha Murah dan Maha Pengampun. Cara bertaubat ialah dengan benar-benar menyesali dosa ang telah diperbuat, bertekad tidak akan mengulanginya, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Itu saja. Wallahu a'lam.
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.