gus, saya mau tanya tentang ayat yang menjelsakan batas akhir diperbolehkannya makan sahur, masalahnya gini gus...dalam ayat (kulu wasyrobu hatta yatabayyana.....al ayat) ada yang mengartikan sesuai makna tersurat ada pula yang secara tersirat. saya jadi agak bingung, jadi gimana penjelsan ayat itu gus.
terus masalah batas imsakiyah itu ada sebagian orang (ustadz) berpendapat kalo jam sudah menunjkkan angka batas imsakiyah biasanya kira2 10 sebelum waktu subuh berarti lewat dari itu tidak boleh makan/minum lagi, terus ada lagi imsak itu bats waktunya sampai sebelum qamat sholat subuh. dsb, jadi mana yang benar gus.
matur nuwun
wallahu al muwaffiq ilaa aqwamith thariq wassalamu'alaikum wr. wb
Penanya : ABDUL GHOFUR (DOEL) pada 5 Oktober 2005 08:01:39
Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatuLlahi wabarakatuH.
Tak usah dipersulit. Tuhan Allah tidak menhendaki mempersulit kita kok. Tak perlu juga bingung; pokoknya belum subuh. Hanya untuk hati-hatinya, jangan ngepas betul. Dikira-kira sendirilah Subuhnya jam berapa.
Yang penting bukan perdebatan soal batas imsaknya, tapi --yang terpenting-- ketundukan kita kepada Allah melaksanakan ibadah puasa ini, bukan?!
Nah, Selamat Berpuasa! Semoga Allah menerima amal ibadah kita. amin.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.