bisa jadi orang muslim yang menyekutukukan Allah - seperti mengkeramatkan kuburan/tempat suci adalah orang munafik itu sendiri kalau digambar pakai diagram venn munafik dan menyekutukan Allah itu bersinggungan kan, nuwun sewu gus...?
Penanya : didik syaiful bachri (syaiful) pada 1 Oktober 2005 10:49:07
Jawab:
Manusia
Kafir Muslim
1. Kafir murni 2. Musyrik 3. Mu'min 4. Munafik
Nomer 3 --yang selamat-- juga bertingkat-tingkat, karena iman itu sendiri bisa bertambah dan berkurang. Yang perlu selalu kita lakukan: memperkuat iman kita dengan berfikir, berdzikir, dan beramal baik.
Kita tidak tahu siapa yang termasuk nomer 4 (munafik), sebab munafik ialah mereka yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan ketidakimanannya; sedang kita hanya mengetahui yang tampak.
Mereka yang tampak 'mengkeramat'kan kuburan/tempat suci pun, bisa benar-benar mengkeramatkan karena ketidaktahuannya (dan ini kewajiban yang tahu untuk memberitahu); bisa juga hanya tampaknya saja mengkeramatkan, tapi sebenarnya mereka hanya memilih tempat yang sesuai dengan suasana batinnya bagi berkomunikasi dengan Tuhan. Hanya allah yang tahu, Wallahu a'lam.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.