BAGAIMANA GUS MUS MENANAGGAPI DEBAT ANTAR AGAMA YANG AKHIR - AKHIR INI SERING DIADAKAN DAN BAHKAN DI SIDIKAN, YANG PADA AKHIRNYA MEMOJOKAN SALAH SATU AJARAN AGAMA ? DAN BAGAIMANA TANGGAPAN GUSMUS TERHADAP KEBOHONGAN AJARAN KRISTIANI ( KERANCUAN INJIL )YANG SERING TERUNGKAP DALAM DEBAT ANTAR AGAMA TERSEBUT ?
Penanya : KUSWANTO (KUS) pada 29 September 2005 13:01:35
Jawab:
Asal disetujui bersama dan dilakukan dengan etika, saya kira tidak soal. Dalam Islam debat mesti dilakukan oleh orang Islam dengan cara yang lebih baik dari lawan debat (wajaadilhum billatii hiya ahsan).
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.