Palung VII Peluncuran Buku "Ngetan Ngulon Ketemu Gus Mus"
Gus Mus memberikan pengantar dalam acara peluncuran buku "Ngetan Nguton Ketemu Gus Mus"
Ratih Sanggarwati sang peragawati membuka acara Bedah Buku "Ngetan Ngulon ketemu Gus Mus"
Eros Jarot, seniman sekaligus tokoh politik turut memberi komentar dan catatan buku "Ngetan Ngulon ketemu Gus Mus"
Tampak Prof. Dr. Abdul Jamil Rektor IAIN Semarang dan Sastrawan Taufik Ismail Serius menyimak bedah buku Gus Mus
Menyerahkan buku kepada Gubernur Jateng H. Mardiyanto didampingi Bupati Kudus Ir. H. Muhammad Tamzil
Jadi selebritis sebentar; diminta menandatangani buku
Ratih Sanggarwati (yang bertindak sebagai MC) dalam Peluncuran buku NGNGKGM
Peluncuran Buku "Ngetan Ngulon Ketemu Gus Mus" di Graha Santika Semarang, 4 Desember 2005; Tampak D. Zawawi Imron. Taufiq Ismail dan Isteri serta Ratih Sanggarwati
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.