Student Today, Leader Tomorrow 11 Januari 2008 21:28:27 | Share
Selama ini, kader-kader IPNU-IPPNU (Ikatan Pelajar NU – Ikatan Pelajar Putri NU) di Jakarta umumnya didominasi pelajar dan santri dari madrasah dan pesantren. Jarang sekali dijumpai kader IPNU-IPPNU yang berasal dari SMA negeri.
Padahal, para pelajar SMA negeri merupakan pelajar potensial yang umumnya mendominasi mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PTN lainnya.
Atas dasar itulah, Yayasan MataAir Jakarta bekerjasama dengan PP IPNU-IPPNU kembali mengadakan Makesta Unggulan, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan untuk merekrut pelajar SMA negeri di Yogya dan Jawa Tengah, Januari 2007 lalu. Makesta Unggulan yang bertema ”Student Today, Leader Tomorrow” kali ini bertujuan untuk merekrut kader muda potensial dari SMA-SMA negeri se-DKI Jakarta. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, para pengurus cabang dan wilayah IPNU-IPPNU se-DKI Jakarta berhasil merekrut 55 peserta untuk mengikuti Makesta Unggulan.
Kegiatan Makesta Unggulan DKI Jakarta pun berhasil dilaksanakan di Pusgrafin Lenteng Agung dari 3-5 Januari 2008 lalu. Ketua Umum PP IPNU, Idy Muzayyad beserta pengurus pusat IPNU-IPPNU lainnya tampak hadir mengisi acara tersebut dan bahkan langsung melantik para peserta menjadi kader IPNU-IPPNU.
Selain Idy, pembicara lain yang memberikan materi adalah Cholil Nafis, MA (Pengurus Lembaga Bahtsul Masail PBNU), Nusron Wahid (Ketua Yayasan MataAir Jakarta), Achmad Solechan, M. Si (Direktur Bimbel Makara Insani) dan Muhammad Yusuf Kosim (Peneliti Indo Barometer). Para pembicara mengajak para peserta untuk mendalami ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah yang rahmatan lil alamiin serta memberikan motivasi kepada peserta agar sukses mencapai cita-citanya.
Di hari terakhir, para peserta diajak untuk melakukan penyegaran dengan Outbound di Kampus Universitas Indonesia Depok yang dapat ditempuh dengan jalan kaki dari Pusgrafin. Arena outbound yang terletak di area terbuka hijau dekat danau samping Asrama Mahasiswa UI membuat para peserta betah berlama-lama setelah mengikuti games-games outbound.
Sebagai peserta putra terbaik terpilih Sony Kurniawan (SMA 84 Jakarta Barat) dan peserta putri terbaik Kartini Laras Makmur (SMA 8 Jakarta Selatan). Di akhir acara, para peserta meneguhkan komitmennya untuk menyebarkan syiar Islam ahlussunnah wal jamaah di sekolahnya masing-masing dengan mengajak teman-teman di sekolahnya untuk bergabung ke IPNU dan IPPNU. (Alf)
KOMENTAR
Irfan azis (Ipank) menulis: Semoga selanjutnya akan muncul kegiatan yang didasari oleh fakta susahnya kader IPNU-IPPNU -yang mayoritas di madrasah n pesantren- menembus PTN bergengsi di Indonesia. amin.
AHMAD MUNIR (MUNIR) menulis: Assalamualikum, sahabatku yang baru dari Makesta Unggulan Jakarta.
Semangat belajar, aku dan kamu adalah manusia yang diciptakan Allah untuk mencari Ilmu. Saya punya sedikit filosofi yang mungkin bisa anda ikuti" Jika orang tua anda, menyuruh anda untuk membelikan sebungkus nasi di warung, apa yang dititipkan orang tua untuk anda. saya yakin jawabanya uang (penggantinya). Sama halnya dengan ketika kalian diperintah Allah dan Rosulnya, Utlubulngilma .......(kurang lebih 4 hadist dan 1 ayat alquran), itu jelas membuktika Allah menyuruh kita mencari ilmu, Namun bedanya jika orang tua kalian mengasih uangnya secara langsung, Allah memberi saku untuk belajar, tidak secara langsung, karena Allah berbeda dengan Bapak kalian".
Mungkin yang terbaik untuk kalian kedepan berdasarkan pengalaman. Lakukan apa yang sekarang sedang kamu hadapi, dan persiapkan diri sebelum kau masuk ke jenjang belajar yang lebih tinggi. Tapi yakinlah pasti Allah akan membantu kita. dan capailah itu dengan jalan terbaik.
Ahmad Munir
(Bukan Siapa-siapa, keculai hamba yang nista) ampuni saya ya Allah.
AHMAD MUNIR (MUNIR) menulis: Selamat
Saya termasuk bagian yang menikmati indahnya, motivasi seperti kalian.
sukses untuk alumni ITSS Jakarta
Ababila (Aba) menulis: sekarang jamannya bukan kegiatan yang sifatnya formal...karena secara substansial kader-kader kita sudah paham itu semua...yang paling mendesak adalah agar apa yangs udah diketahui itu di-aktuskan secara konkret...di negeri ini ini jumlah pelajar jutaan...tapi yang terpelajar berapa??? wallahu a'lam bi asl-shawab
Ababila (Aba) menulis: Student today leader tomorrow. kadang bener juga gus. cuma, student sekarang banyak yang nggak terpelajar, mentalnya masih perlu ditata...dengan kualitas begitu, bisa kita bayangkan leader macam apa yang akan tampil...bukannya pesimis tapi sekedar ngangluh wae..gak bayar tho gus..?
yanto (yanto) menulis: generasi sekarang merupakan aset berharga yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan untuk masa yang akan datang. mempersiapkan mereka dengan bekal berupa kepribadian dan mental yang kokoh dan tangguh adalah pekerjaan yang sangat berat karena bisa jadi generasi sekarang dalam membina dan memberikan teladan kepada mereka justru mengkontaminasi dengan hal-hal ideal hanya pada tataran teoritis sedangkan secara praksis jauh dari apa yang kita harapkan. gimana jadinya kalau hal itu siapa yang akan bertanggung jawab untuk masa-masa ke depan?
Robiatin Mustagfiroh (Atin) menulis: Kegiatan seperti ini, manfaatnya (jangka panjang dan pendek) langsung dirasakan oleh generasi muda dan juga orang tuanya...its very important to be held continuously..semoga area pelaksanaannya bisa ditingkatkan tiap tahun. Amin
idham Kholid (idham) menulis: Yayasan MataAir sudah memulai semacam lompatan quantum untuk percepatan mempersiapkan generasi ke depan...satu hal bahwa memang penting menggagas "man power" yang bisa diharapkan akan "MENJADI" (kata Marx)...yang tersebar di PTN di Indonesia...5..10..20..tahun ke depan ayo dibuktikan? satu hal lagi, kaapan kita memulai untuk mengurus kader sejak dini sebelum besar mereka hanya akan lupa dan bilang "pernah menjadi NU" tapi...saat sukses sudah dibajak orang lain...waAllhu A'lam
muhammad khafidin (din) menulis: simpul-simpul kader ipnu-ippnu perlu mengembngkan makesta unggulan di masing-masing wilayah, kalau ada dokumen-dokumen penting tentang makesta unggulan mohon aku dikirimi ke email dinkendal@yahoo.co.id. SALUT untuk komunitas mata air!, nuwun
m alfan fathoni (alfan) menulis: selamat belajar berjuang dan bertaqwa.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.