Pesantren Kilat MataAir Sukses Masuk PTN 2009: "From Pesantren to PTN" 28 Januari 2010 07:03:25 | Share
Selama ini ada anggapan bahwa lulusan pesantren sulit menembus PTN favorit seperti UI, ITB dan UGM. Anggapan itulah yang coba dipatahkan oleh Yayasan MataAir Jakarta dengan mengadakan Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN 2009 yang diadakan akhir desember lalu di Yogyakarta dan Rembang.
Selama 4 hari, puluhan peserta yang berasal dari madrasah aliyah dan SMA dari berbagai kota di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mendapatkan pembekalan tips dan strategi menembus PTN favorit plus pembinaan mental-spiritual agar sukses menjalani kehidupan di kampus dan masyarakat kelak.
Di Rembang, acara diadakan di Pesantren Raudlatuth Thalibin yang diasuh oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Bahkan Gus Mus sendiri menyediakan waktu khusus untuk menyampaikan materi dienul Islam kepada para peserta yang merupakan pelajar/santri kelas XII SMA/Aliyah yang akan menempuh seleksi masuk PTN. Gus Mus menyatakan bahwa kegiatan sanlat sangat positif untuk mempersiapkan pelajar/santri agar tidak hanya sukses lulus di PTN, tapi juga dapat sukses meraih prestasi ketika kuliah dan yang terpenting sukses berkiprah di masyarakat ketika lulus kuliah.
Sementara itu, direktur Yayasan MataAir Jakarta, H. Nusron Wahid, M. Si menyampaikan harapannya agar peserta sanlat tidak takut kuliah di PTN favorit seperti UI, ITB dan UGM yang SPP-nya relatif mahal karena Depdiknas telah menyiapkan beasiswa bagi 20.000 mahasiswa tidak mampu berupa pembebasan biaya SPP selama 8 semester. "Yang penting, kalian bisa lulus masuk PTN, soal biaya jangan khawatir, Depdiknas telah menyiapkan beasiswa "Bidik Misi" bagi mahasiswa yang tidak mampu", tandas H. Nusron Wahid yang pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PB PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) semasa kuliah di UI.
Pendampingan Pasca Sanlat
Pesantren kilat yang cuma diselenggarakan 4 hari tentu tidak cukup untuk membantu siswa berkompetisi menembus PTN. Untuk itu, Yayasan MataAir mendorong sejumlah pihak seperti LP Ma'arif NU, IPNU-IPPNU dan lain-lain untuk terus melakukan pendampingan kepada peserta sanlat pasca kegiatan sanlat usai. Di Yogyakarta, PW IPNU-IPPNU DI Yogyakarta mulai Januari 2010 akan mengadakan Try Out dan pembahasan soal singkat setiap 2 minggu sekali yang akan diikuti pelajar/santri dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Di Rembang, Kudus, Demak, Jepara dan sekitarnya bahkan akan dilaksanakan bimbingan belajar intensif persiapan masuk PTN oleh LP Ma'arif dan IPNU-IPPNU. Pendampingan pelajar/santri terutama yang berlatarbelakang pesantren/aliyah sangat diperlukan mengingat mereka akan bersaing dengan pelajar-pelajar dari SMA negeri/unggulan yang secara akademik relatif lebih siap dan bahkan sudah mengikuti bimbingan belajar persiapan masuk PTN sejak dini. (Alf)
KOMENTAR
Moch.Zainal abidin (mas pitik) menulis: ini bagus sekali untuk meningkatkan kesiapan terutama para santri untuk menghadapi persaingan memasuki PTN favorit di beberapa kota besar di indonesia. harapan kami,mudah-mudahan kegiatan ini bisa istiqomah di selenggarakan.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.