DOA IJAZAH RASULULLAH SAW KEPADA SHAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIEQ R.A. 30 Nopember 2008 08:31:08 | Share
اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم
Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran walaa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii, innaKa Anatal Ghafuurur Rahiim.
(Ya Allah ya Tuhanku, aku sunggu telah banyak ‘menganiaya’ diriku sendiri dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau; maka berilah ampunan kepadaku ampunan dari sisiMu dan kasihilah aku. Sungguh Engkaulah Sang Maha Pengampun dan Maha Pengasih).
Dibaca dalam shalat, ketika sujud.
KOMENTAR
wiro athoillah (wiro) menulis: maturnuwun kiyai atas hadih do'anya
BADRUDDIN (BOY) menulis: bukankah doa ini dibaca saat habis tahyat akhir?
Wibowo Setyo Utomo (Bowo) menulis: Redaksi Yth,
Bukanya saya peragu tetapi menurut saya bacaa-an Sholat itu sdh baku dg diawali takbir dan di akhiri salam, dg baca-an sesuai tuntunan. Apakah anjuran ini di benarkan dan bukan menambah-nambahkan dalam tuntunan sholat yang oleh para ahli fikih disebut Bid'ah. (Mudah2an saya yang salah)
Irfan azis (Ipank) menulis: wahai rasul...
wahai sahabat rasul...
wahai para pencinta rasul...
mohonkanlah ampunan dan kasih sayang kepada Allah
untukku...
semoga luasnya ampunan dan limpahan kasih sayang Allah tetap bersama Engkau semua. amin.
andi lisnawati lamarauna pigatos (lis/lisna/andi) menulis: Subhanallah, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, betapa indah anugrahnya.
SAMSUL ARIFIN (SAMSUL) menulis: apakah membacanya di setiap sujud, manfaat apa yang di peroleh bilamana diamalkan secara istiqomah
mudiono (pak-mu) menulis: ya Alloh, Subhanalloh ..sungguh rohmat dan ridhoMu sangat aku harapkan, hambamu yang hina ini sedang tertatih-tatih berjalan ( karena beban berat dipunggungku yaitu beban dunia ) menuju ke haribaanMu, Engkaulah tujuanku..... ridhoilah kami ya Alloh amin, amin, amin.
Dartono (masdar) menulis: Apakah do'a ini mirip dengan sayyidul istighfar ?
fanani,S.SiT (fani) menulis: sebagai manusia wajib minta ampun, biar ndak sombong
harsono rudianto (dodie) menulis: pertanyaan : dibaca saat sujud dalam sholat fardu ? di rakaat keberapa ? mhn penjelasannya ttg membaca doa selain doa yg sdh baku saat sujud dlm sholat. tks..
Abdus (Somad) menulis: betapa indah jika do'a ini dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari2, semoga saja kita bisa melakukannya ...
muhammad muchlish (clies) menulis: pengakuan yg patut di ucapkan oleh seorang yg menyadari kehambaan.
Wibowo Setyo Utomo (Bowo) menulis: ...maturnuwun.. "LA ILLA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INI TUMMINADZOLLIMIN"
mochammad mardiansyah (ardi atau odink) menulis: Segala puji kepada Dzat yang Maha Tinggi dan telah mengirim seorang utusan yang mana telah mengajari kita bahwa kita selaku manusia harus selalu minta ampun dan menyadari posisi kita sebagai hamba-Nya spt posisi kita ketika sujud, bahwa ternyata otak kepintaran kita lebih rendah daripada-Nya.semoga Gusti Allah selalu memberi ampunan-Nya kepada kita.
Allohumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad.
Yusriono Garjito (Yus) menulis: Alhamdulillahirobbilalamin. Terima kasih Gus. Bisa untuk nambah khasanah doa.
Akhsanuddin (Akhsan) menulis: Punten abah, sebatas pengetahuan saya, dalam fiqh sunnah Sayyid sabbiq, do'a diatas dipakai saat tasyahud akhir dalam sholat sebelum salam karena maknanya yang dalam. ... Dan saya mengikutinya !
Danuk Hanafi (Danuk) menulis: Emang benar disaat sujud inilah kita merasa pantas untuk mohon ampunan amang sang kholiq. itulah penggambaran sang pencipta ama yang diciptakannya.
yulwhinar eka saputra (eka) menulis: kalo menurut anda penerapan doa ini salah/keliru karena nggak cocok sama fiqh tertentu, ya sudah doanya nggak usah dipake saja..
(kalo saya sih, fiqh-nya aja yang dibuang jauh-jauh ke laut..)
riza rozali (rozali) menulis: MOHON AMPUN PADA ALLOH,,MOHON AMPUN DAN MOHON AMPUN,,SEMGO RAHMAT DAN ROHIM SELALU MENYERTAI KITA AMIN,,SUCI PUN MINTA AMPUN,SETANGAH SUCI PUN MINTA AMPUN,TIDAK SUCU PUN MINTA AMPUN,(MENJADIKAN YANG BAEK UNTUK LEBIH BAEK)
Muhammad Ainul Ghori (Ghori) menulis: amin,amin...qobul,qubul
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.