أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ( أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى) الْمُلْكُ لِلَّه وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا شَرِيكَ لَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وإليه النشور(المصير). ( ثَلَاثًا)
“Kami hayati pagi (sore)ini ya Allah, dimana pagi ini kerajaan (alam buana ini) di tangan-MU. Puji (tahmid) untuk Allah.Tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Kepada-Nya kami bakal dihimpunkan.” (3x).
KOMENTAR
zulfikar dwirendro ariawan (zulfikar, wawan) menulis: yang, nika doa kagem napa?wayagh bingung,tapi kata2ne sae yang
FAWAID MAKKIY (FAWAID) menulis: Faedahnya apa gus??
pitrianto (phiet) menulis: Baiknya dibaca kapan, dan apa kegunaan doa itu? saya sangat tertarik dengan doa ini
weni endah marfu'ah (weni) menulis: Bah, tulisannya kecil2,agak kurang jelas. dibaca habis sholat apa bah?
Abd Hadi Malich Al-Ischaqiy (Ahong) menulis: Tolong Gus di cantmkan pula manfaat dari Do'a2 yg di sampaikan.
andi lisnawati lamarauna pigatos (lis/lisna/andi) menulis: Gus, jujur saja, saya belum fasih membaca qur'an, masih belajar, nyuwun sewu, kalau boleh, latin nya atau aksara qur'annya diperbesar, maklum, he he he, matur nuwun sanget
Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.
Masih ada satu usaha keluarga lagi yang dilakukan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Yaitu, usaha transportasi. Tapi, karena waktu pembagian keuntungan, dirasa kurang adil, akhirnya keluar dan mendirikan usaha transportasi sendiri. Berhubung usaha ini baru bagi mereka, maka diajaknya beberapa personil dari luar yang dianggap mampu dan mengerti seluk-beluk transportasi. Ternyata, usaha baru ini meraih sukses yang luar biasa. Dari empat besar perusahaan transportasi, perusahaan keluarga pak Nuas Waja yang baru ini meraih peringkat ketiga. Dampak dari sukses besar ini, antara lain: personil-personil dari luar yang ikut membantu–atau yang berjanji akan membantu--menangani usaha ini pun menyatakan bergabung total sebagai anggota keluarga. Pak Nuas pun tidak keberatan dan justru senang.