Do'a Ketika Telah Berbuat Salah 16 Maret 2006 22:32:50 | Share
ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا و ترحمنا لنكنن من الخاسرين
"Rabbanaa Dholamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tar chamnaa lanakunanna minal khosiriin.
Artinya : Yaa Tuhan, kami telah berbuat aniaya, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, dan tidak memberi rahmat kepada kami, maka kami termasuk golongan orang-orang yang merugi.
KOMENTAR
m.fuad hanif mumtazia (hanif) menulis: Semoga Allah mengampuni aku melalui bacaan doa ini.Amin
Agus Muhammad Firdaus (Agus / Firdaus) menulis: semoga Allah ampuni aku, yg mgkn sering berbuat dholim, aamiiin, Yaa Allaah.......
abdur rosyid (rosyid) menulis: bila salah kepada Allah langsung taubat dan istighfar tetapi bial salah kepada manusia harus taubat, istighfar dan minta maaf kepada yang kita sakiti.
umi iLyatun (melia) menulis: saya yg terbiasa sendirian sejak kecil, memikirkan sendiri, menganalisa sendiri, mengamati sendiri, berpikir sendiri, menjalani sendiri, melihat sendiri, mendengar sendiri, memendam sendiri, menulis sendiri, dan berkeinginan sendiri, cukup mengerti atas pentingnya kedekatan dengan Allah, saya merasakan benar pentingnya do'a kehadirat Allah, Allah bagai pelindung saya setiap saat, Allah penjaga saya setiap saat, Allah teman saya setiap saat, Allah tempat saya curhat setiap saat, Allah tempat berdialog saya setiap saat, Allah tempat bergantung saya setiap saat, Allah pacar saya setiap saat, Allah tempat saya menangis, tempat meminta,, menghujat, melapor, komplain, kritik, kadang2 tanpa sadar saya lupa bersyukur, saya sombong, saya lupa kehadiranNYA, saya tidak memupuk cinta saya padaNYA, padahal saya tahu hanya Dia satu2nya yg membuat alam semesta ini dengan sempurna, yg membuat kompleksnya Aturan main tubuh manusia, detailnya komponen 'jiwa' dan 'pemikiran' manusia, terperincinya jaringan hidup yg tak mampu suatu makhluk pun bisa, tak akan mungkin, tapi duh... ya Allah kenapa manusia lemah sekali dalam menggapai untuk tetap konsisten menapaki di jalanMU, aku yg satu diantara sekian merasa lelah dg cobaan ini, setiap terperosok, saya selalu merasa sangat bersalah kepadaMU, tetapi kenapa saya lemah sekali untuk tidak mengiyakan itu. saya takut neraka dan tahu pedihnya adzab tersebut tapi saya selalu dosa, saya mengenalmu tetapi selalu mengabaikan hak2mu, saya membaca kitabmu tetapi selalu menodainya, saya mencintai rosul bahkan kadang2 menangis merindukan kehadirannya tetapi selalu terbuai cinta org2 disekitar saya, saya membenci setan tetapi selalu bertingkah seperti setan berujud manusia, saya tahu mati dan kehidupannya seperti apa tapi selalu cuek dan gak mau tahu serta sama sekali tidak mempersiapkannya, saya tahu neraka dan takut sekali padanya seakan2 Allah hanya mencipta neraka tanpa surga saking takutnya sama neraka tapi apa yg saya perbuat.... saya selalu melakukan hal2 yg penghuni neraka lakukan, saya bilang disela2 kebetean saya bahwa saya mencintai Allah tetapi saya menduakanNYA, saya mengaku hambanya tetapi saya seperti merasa saya bisa menghujatNYA, saya keras kepala, saya nggak tahu diri, saya fasiq, saya bersalah, saya pendosa, saya nggak komitm,en dg diri saya, dg cinta saya, dg janji saya, dg ucapan saya, semua bulsheet, ini mungkin sebab mengapa ALLah tidak segera mengabulkan permintaan saya yg segunung itu, ini pula yg membuat Allah malah membenamkan saya kejurang yg lebih dalam, ini pula yg mencabut cinta kasih ALlah kepada saya selama ini karena Dia tahu saya org yg mudah takabur, mudah lupa, mudah memalingkan muka dari kasihsayangNYA, itu tidak lain karena.... saya yg kurang sabar dg kehadiran terkabulnya permintaan saya, karena saya yg kurang cerdas memahami petunjuk2 Allah yg abstrak, karena saya buta mata hati, karena sy yg keras hati, karena saya yg sombong, Allah takut saya melupakanNYA, Allah takut saya tidak mencintaiNYA, Allah ingin saya terus menatapnya, tapi kadang perasaan yg menyebabkan saya harus lebur dengan kehidupan manusiawi yg menyebabkan saya menjauhi kehidupan ilahiyah, Allah lebih tahu saya kedepannya seperti apa makanya saya tak segera mendapatkan apa yg saya cita2kan, apa yg saya do'a2kan, apa yg saya impikan, karena takut saya berubah, karena sayangnya, tetapi saya harus menyeimbangkan dunia dan akhirat saya, saya juga harus menghadapi lima musuh keimanan saya, org islam yg gak suka saya, setan yg selalu tipu daya saya, nafsu yg selalu mengegelincirkan saya, org kafir yg gak suka agama saya, dan org beriman gak suka hal2 ttg saya. saya lemah dan haryus memikirkan ini semua sendirian, sekali lagi... sendirian. bukankah saya lahir sendiri, berikrar kpd Allah juga sendiri, dan ntar mati dan menemuiNYA sendiri, oh.... berat sekali kehidupan saya dan keberlangsungan iman saya, cobaan yg bertubi2 seakan2 membuat saya tak mampu untuk terus di belakang Muhammad dan melestarikan 'cintanya' kpdNYA. ya Allah bimbinglah saya, ajarilah saya, istiqomahkanlah saya di jalanMU, dan buatlah saya selalu ikhlash memeluk agamaMU, dan tumbuhkanlah selalu cinta dalam sanubariku, rahmatilah saya dengan kasih sayangmu, kumpulkanlah saya bersama org2 yg sabar yg engkau ridho terhadap meraka, amiiiiinnnnn.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.