RUMPUT » Dunia Santri
Imam Muslim (perawi hadist yang masyhur) 24 Nopember 2005 23:38:49 | Share
Imam Muslim nama lengkapnya adalah Abu Husein Muslim bin Hajjaj ibn Muslim ibn Kausyaz Al-qusyairi Al-Naisaburi. Ia dilahirkan di Naisabur, Iran pada tahun 204 H dan wafat pada tahun 261 H. namun sayang, tidak ada informasi yang menjelaskan siapa dan bagaimana keluarganya. Menurut sebuah sumber, Imam Muslim berasal dari keluarga saudagar yang bernasib baik, memiliki repotasi dan sikap yang ramah. Al-Dzahabi menyebut keluarga Imam Muslim dengan sebutan “muhsin naisabur” (dermawan Naisabur). Imam Muslim sebagaimana anak-anak pada zamannya, memulai pendidikan pertamanya dengan belajar Al-Qur’an dan bahasa Arab. Pada umur 12 tahun ia mulai belajar hadist. Untuk keperluan ini, Imam Muslim kecil harus meninggalkan
kota kelahirannya, Naisabur. Ia mulai tekun mempelajari matan hadist dan melacak sanadnya dengan berguru kepada ulama-ulama hadist di berbagai kawasan dunia Islam. Mula-mula ia pergi ke Hujaz, Irak, Syam, Mesir, dan ke negara-negara lainnya. Lalu di khurasan ia berguru kepada Yahya Ibnu Yahya dan Ishaq Ibnu Rahawaih, di Ray, Asia Tengah, ia belajar kepada Muahammad Ibnu Mahram dan Abu Ansar.
Di Irak, ia belajar kepada Imam Ahmad bin Hambal dan Abdullah Ibnu Maslamah.
Di Hijaz, ia belajar kepada Sa’id ibn Mansur dan Abu Mas’ab, dan di Mesir, Imam Muslim berguru kepada Amr ibn Sawad dan Harmalah ibn Yahya. Ketika Imam Bukhari berkunjung ke Naisabur, Imam Muslim menemuinya untuk berguru.
Menurut catatan Prof. Dr. Mustafa Al-A’dzam, pakar hadist dari
, Imam Muslim Mengunjungi hampir seluruh pusat pengajaran hadist. Hal ini dilakukannya berkali-kali. Barangkali perjalanan Imam Muslim yang pertama kali adalah ke kota suci Makkah untuk menunaikan ibadah Haji pada tahun 220 H dan dalam pengembaraan ini Imam Muslim belajar dari Qa’nabi dan lainnya, kemudian kembali ke kampung halamannya setelah beberapa waktu. Kelihatannya, pengembaraannya yang betul-betul di mulai sekitar tahun 230 H. Ia sebagaimana yang penulis kemukakan di atas, melakukan pengembaraan ke Iraq, Syiria, Hijaj, dan Mesir. Yang terakhir kali, ia pergi ke
Baghdad pada tahun 259 H.
Imam Muslim merupakan seorang ulama yang produktif dalam menulis. Banyak karya yang dihasilkan lantaran goresan tangannya. Karya-karya Imam Muslim antara lain :
-
Al-Asma’ wa Al-Kuna
-
Irfad Al-Syamiyyin
-
Al-Aqran
-
Al-Intifa’ bi Julud Al-Siba
-
Awlad Al-Shabah
-
Awham Al-Muhadditsin
-
Al-Tarikh
-
Al-Tamiyiz
-
Al-Jami’ Al-Shahih
-
Hadist ‘Amr bin Syu’aib
Dan masih banyak karangan-karangan ilmiah beliau baik yang berkenaan dengan hadist dan sebagainya.
Imam Muslim meninggal dunia pada hari Ahad Sore, dan dimakamkan di kampung Nasr’abad daerah Naisabur pada hari Senin tanggal 25 Rajab 261 H dalam usia 55 tahun. Selama hidupnya, Imam Muslim banyak memberikan konstribusi ilmiah berupa penulisan beberapa kitab. Semoga hasil karya sang Imam yang sering meriwayatkan hadist bersama gurunya, Imam Bukhari – sehingga sering disebut Syaikhan dan Muttafaq Alayh – ini bermanfaat sampai kelak datang hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada perawi hadist yang masyhur ini. Amin. (Rmi)
| KOMENTAR |
Belum ada komentar untuk tulisan ini |
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar | « Kembali ke arsip Rumput
|