Slamet Gundono Ingat Nyantri di Pesantren 9 Februari 2010 22:24:11 | Share
Seakan kembali ke habitat asalnya pesantren, di hadapan para santri Madrasah Salafiyah, Kajen, Pati, Sabtu 27/12, dalang wayang suket, Slamet Gundono menuturkan kisah nakalnya terhadap kyai saat-saat dia pernah nyantri dulu. Naluri seninya yang tergambar dalam hasrat untuk menonton ketoprak tidak bisa dibendung, hingga suatu ketika Slamet terpaksa berkilah dengan mengakui dihadapan kyai bahwa cerita ketoprak yang baru saja ditontonnya bercerita tentang bagaimana Umar bin Khattab masuk Islam.
Namun kericurigaan sang pengasuh, KH Sya'rani masih menyisa. Saat kabur dari pesantren untuk kedua kalinya, dia sudah tidak dapat berkilah lagi lantaran sang kyai telah menunggu di tempat tidurnya.
"Saya dulu ketika di pesantren belajar nahwu sharaf dan balaghah seperti kalian semua, namun keinginan untuk menjadi dalang sangat kuat sehingga jadinya seperti ini" tuturnya.
Lelaki bertubuh gembur seberat 350 KG ini hendak mempertegas muasalnya yang sempat menjadi santri, meskipun lebih dikenal sebagai dalang, ia juga seorang yang piawai membaca al-Quran, penceramah dan bahkan pemusik. Dia mengaku bisa semua aliran musik, meski agak tersipu saat melantunkan beberapa bait syair Rhoma Irama.
Malam itu, Wayang Suket berkisah tentang "Gongseng Drupadi" yang menampilkan lakon bagaimana Raja Kunta Dewa berjudi dengan modal 6,7 trilyun dan bahkan istrinya, Drupadi turut dpertaruhkan. Meskipun Kunta Dewa sosok penguasa yang suci, namun ketika sudah bertengger di kekuasaan akan susah baginya untuk bersikap adil. Ekspresi lintas budaya dalang kelahiran Tegal 19 Juni 1966 ini menyiratkan percampuran kasus kekinian yang terjadi di tanah air dan dunia pewayangan Pandawa Lima di tengah komunitas santri. {mfa}
KOMENTAR
Rahmad bachtiar (bachtiar) menulis: Menurut saya,meskipun tdk mjdi kiai,tp ilmu yg dl pnah d dpt swktu nyantri dpt d dakwahkn lwt hobi,sdh merupakn bentuk dakwah.
huda albaroni (huda) menulis: alhamdulillah,ternyata Ki Slamet gundono ternyata pernah nyantri salaf..semoga selalu berdakwah di jalan Alloh,selalu sehat dan rizki lancar..amiin..
Ah. Samsul Bachri (samsul/bachri) menulis: zaman sekarang diperlukan penerus metode dakwah wali songo. yang terbukti berhasil di Indonesia khususnya di tanah jawa.
Ahmad Wahid (Ahmad) menulis: Kalau bisa menggabungkan antara da'wah dan dalang itu lebih bagus sperti halnya Sunan Kalijaga. Semoga naja bisa menerapkannya Amiin...!!!!!
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.