Selamat Jalan Pak Said Budairy 30 Nopember 2009 22:09:08 | Share
Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Salah seorang aktivis penggerak NU kembali ke Khittah 1926 H M. Said Budairy meninggal dunia hari ini, Senin (30/11) di Jakarta, sekitar pukul 11.00 WIB. Berita duka ini dikabarkan oleh cucu almarhum Muhammad Al-Kindy Susetyo.
Almarhum meninggal di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan akan dishalatkan siang ini di masjid Al-Ijabah tidak jauh dari rumah duka Jl Mampang Prapatan II No 74 Jakarta Selatan, kemudian akan dimakamkan di Karawang Jawa Barat.
Said Budairy meniggal pada usia 73 tahun. Ia lahir di Singosari Malang pada 12 Maret l936. Ia dikenal sebagai salah seorang tokoh pers Indonesia. Ia sempat menjabat Ketua Departemen Pendidikan/Agama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dan Staf Khusus Hubungan Pers Wakil Presiden RI pada 2001 – 2004.
Pada l961-l971 ia menjabat wakil Pemimpin Redaksi harian Duta Masyarakat, kemudian di harian Pedoman dan Pelita Jakarta. Ia juga sempat menjadi kolomnis tetap di Harian Republika, Jakarta, dan obudsman Majalah PANTAU.
Aktivitasnya di organisasi NU tidak diragukan lagi. Ia mulai aktif dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan menjadi ketua cabang di Malang, lalu kemudian berlanjut sebagai sekretaris Perwakilan PP-IPNU di Jakarta, lalu Sekretaris Jendral PB PMII, dan Wakil Sekjen Pucuk Pimpinan (PP) Ansor.
Ia sempat juga menjabat direktur Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam). Dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ia sempat menjabat wakil Bendahara PBNU.
Pada tahun 1980-an ia ikut aktif dalam gerakan kembalinya NU ke Khittah 1926 bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kawan-kawan. Menurut penuturan almarhum kepada NU Online beberapa waktu lalu, rumahnya di Jl Mampang Prapatan II No 74 sering sekali digunakan sebagai tempat rapat persiapan para aktivis muda NU waktu itu.
Jenazah beliau dishalatkan di masjid Al Ijabah Mampang. Tampak beberapa aktivis NU seperti Endin J Soefihara, Lukman Hakim Saifudin, Arif Mudatsir Mandan, Masykuri Abdillah dan lain-lain. Menantu beliau, Dr. Syahrizal Syarief yang juga ketua LPK NU menyampaikan terima kasih atas perhatian hadirin kepada almarhum. Setelah dishalatkan, jenazah Said Budairy kemudian dibawa ke pemakaman San Diego Karawang untuk dimakamkan. Selamat Jalan Pak Said Budairy. (Alf/Diolah dari NUOnline)
KOMENTAR
Robiatin Mustagfiroh (Atin) menulis: semoga Allah swt merahmati beliau....
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.