Tertegun dalam kelabu
langitku
aku mencoba membayangkan
mentari di balik gemawan
yang sejak lama tak menyinari
rumah-rumah kalbu
Tertegun dalam pengap
udaraku
aku berusaha menghirup
sisa wewangianyang berguguran
dalam bunga-bunga layu
(Burung-burung berpatahan
sayapnya bahkan
berkaparan
oleh racun dari kemasan
yang menyilaukan)
Tertegun dalam keruh
lautku
aku bertanya-tanya
dalam kesendirian
masihkah batinmu menyimpan
mutiara-mutiara biru?
Tertegun dalam pekat
bumiku
aku memandang kosong
tanah-tanah yang ditinggalkan
atau diperebutkan
orang-orang gagu
(Meraba-raba dalam gelap
negriku
aku mencari-cari
merahputihku
yang terkoyak tangan sendiri)
R. awal 1418
KOMENTAR
bejo halumajaro (kritse) menulis: segala (seperti semua yang ada!)
segala senang dan kecewa tersumbat
seperti ambisi dan tekad yang sekarat
Semua sedih dan gembira
di peluh dan jenuh ndak berserah
Yang tertawa dalam duka
Yang tertindas hanya cerita-cerita belaka
yang terluka dalam tawa
yang terlempar hanya kisah-kisah
benar salah
Segala baik-buruk mengutuk
seperti ramai dan sepi
mengetuk
---
23 nov 08
bejo halumajaro (kritse) menulis: "ingin rasa seperti di langit
asap jelaga selalu meninggi ke angkasa"
"ingin hati diami bumi
seperti sampah menggunung
selalu pasrah walau di tong sampah
dan hilang dalam daur ulang"
"ingin aku seperti comberan limbah
selalu melimpah dan tergenang tenang
di antara mereka yang butuh air"
Didin Riswanto (Kang DidinMERAHPUTIH) menulis: aku
kertas putih tertiup angin
kadang noda debu menempel
atau tetes air
kadang ditulis tinta hitam dan merah
aku tetap tak mampu menolak
kadang tangan jail menyobeku
atau tangan sikecil melipatku untuk dibuat mainan
ya sudah
jika aku hanya kertas
yang bergerak jika tertiup angin
jatuh di air aku basah, ditanah aku kotor
namun jika jatuh ditanganmu aku bisa menjadi lembaran sarat makna
aku kertas ingin jatuh ditangan gus mus.
wiro athoillah (wiro) menulis: aku tdak bisa berpuisi seperti kawan-kawan semua, dan akhirnya ku hanya bisa tertegun sewaktu membaca kata demi kata dari apa yang kawan tulis...
Henky setiawan (Henky) menulis: ya bisaku hanya tertegun.....
saat semua terjadi...
melintas satu persatu di hadapan....
dan rasa kaget sudah sirna lama....
jadi,
ya bisaku hanya tertegun saja.....
arieyanto (arie) menulis: dan luruh segala rasa
mengiring kelabu
prahara...
ketika mereka
asyik bercanda
asyik bercengkerama
asyik berjabat mesra
dengan dunia
ketika deru gejolak kian bergemuruh...
kemanakah aku..
bercerita,
tentang gemuruh yg mengusik kesejukan embun pagi ditaman negeriku...
nawang intan sari (intan) menulis: ungkapan yang mengena di hati
ashadi (aswan) menulis: paling tidak masih ada yang mau tertegun untuk masalah "dari mana asal manusia?, kemana mereka?, apa tujuan mereka ada?, buat apa mereka ada?.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.