Puisi Jenaka Muslimin Modern 17 Februari 2006 01:07:38 | Share
Oleh : A. Mustofa Bisri
Kaum muslimin pun modern
Lihat, mereka berwudlu dengan tisu basah berparfum
Berjum’atan di kantor dengan tak lupa shalat tahiyyatal kantor
Imam dan khatibnya cukup televisi 50 inch
Tak memerlukan uang transport atau gaji
Kaum muslimin pun modern
Lihat, mereka mendapatkan jodoh
Melalui computer biro jodoh
Dan mereka kawin via telpon
Dengan penghulu tape recorder
Dan mas kawin kartu kredit
Mereka berkomunikasi jarak jauh
Dengan bahasa-bahasa yang tak saling menyentuh
Mereka tak lagi berbeda pendapat
Karena beda pendapat menghabiskan enersi
Dan tidak praktis sama sekali
Mereka menggantinya dengan kebencian dan permusuhan
Toh senjata-senjata mutakhir siap dipergunakan
Mulai caci maki tajam hingga rudal-rudal kejam
Kaum muslimin pun modern
Bukan, bahkan agaknya sejak lama sekali
Mereka sendiri sudah merupakan robot-robot sejati
KOMENTAR
ronny eko susanto (ronny) menulis: yang selalu menjadi pertanyaan bagiku adalah kita semakin maju peradaban ataukan semakin mundur sehingga kita sudah tak layak diberi status manusia (krn kita sudah gak punya hati yang kita punya agresi dan ambisi) mungkin benar semakin waktu bertambah kita semakin lupa kodrat sebagai manusia dan tak lebih sebagai binatang ternak. Hanya Allah Yang Tahu Kebenarannya. dan jauhakan kami dari tragedi kemanusiaan ini
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.