Suatu hari, Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana.
“Bilang sama tuanmu,”kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang,”Mullah Nasrudin datang, mau minta uang.”
Sang penjaga masuk dan tak berselang lama keluar lagi. “Aku kuatir, jangan-jangan tuanku sedang pergi,”katanya.
“ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu,”kata Nasrudin. “Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi tidak apa-apa. Ini nasehat gratis buat tuanmu. Lain kali, kalau tuanmu pergi, jangan sampai ia meninggalkan wajahnya di jendela. Bisa-bisa dicuri orang nantinya.”
KOMENTAR
Didin Riswanto (Kang DidinMERAHPUTIH) menulis: ya robbi... hahahahaha....
Soetopo Ronodihardjo (Mas Topo) menulis: artinya si tuan mengintip di jendela ? Omong2 Gus Mus, kebiasaan kita (orang Islam) yg suka minta sumbangan setengah paksa, baik di jalan2 atau beredar di perumahan, kampung2, itu bagi umat Islam kayaknya memalukan deh Gus. Apa gak ada cara yg lebih terhormat cari dana ?
Mirza Ghulam Harun (Mirza) menulis: Para Pencari dana selalu tidak menarik bagi hartawan...
hingga kadang membuat si pemilik harta melakukan sesuatu yang tolol tanpa disadari..
Rahman Afandie (Rahman) menulis: Sekali lagi setan menguasai manusia, Allah menguji manusia dengan datangnya pencari dana, yang terkadang tidak tahu waktu, kapan saja, entah waktu istirahat, waktu menjelang sholat maghrib, dsb. terkadang memang terasa menjengkelkan, terkadang setengah memaksakan diri, tetapi ..........itulah ujian dari ALLAH swt. Kuat mana antara setan dan keimanan kita kepada Allah.
Muhamad Khamim (Khamim) menulis: la yaruddu sa'ilan walau bi ahadi tsawbih
subronto (bronto) menulis: kejujuran sudah menjadi barang langka...si hartawan menyuruh berbohong pada pembantunya..
Sirojuddin Shodiq Alfarothy (Shodiq) menulis: Iku yg susah, Kang Khamim,.
Pdhl org yg dminta kn shrsny brsyukur djdikn sbg "Tangan2nya" Alloh di dunia,
agus purwanto (agus) menulis: kadang-kadang untuk mengeluarkan sedekah saja kiti sering lupa sehingga perlu orang lain untuk mengingatkan kita dengan menariknya langsung kerumah ''Ashodakhotu lif dail balak''
achmad ichwan (ichwan) menulis: sama lucunya dan sama2 ada hikmahnya, ha ha ha..............
abdullatif (latif) menulis: saya mau pesen sama penjaga pintu.. tolong bilang sama tuanmu, Nasrudin dikasih modal aja, biar buka usaha.... siapa tau nanti dia jadi hartawan yang perhatian sama pencari dana.. seperti nasrudin pada waktu itu...
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.