Imam sekaligus makmum 8 Maret 2007 23:08:19 | Share
Kecenderungan umat Islam membangun masjid megah tapi lalai memakmurkannya dikritik oleh Gus Mus. Menurut Gus Mus, fenomena tersebut ibarat orang belum mempunyai mobil tapi sudah membuat garasi besar.
“Ketika saya salat Subuh yang menjadi azan dan imam ternyata satu orang. Bisa jadi ia juga menjadi makmum sekaligus seandainya saya tidak shalat di situ,” ungkapnya menceritakan pengalamannya singgah di sebuah masjid untuk shalat subuh. (Diolah dari wawasan)
KOMENTAR
Abdullah Hamid (Hamid) menulis: Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ust.Gus Mus
Saya pernah sholat di mesjid Jin di Mekah yang azan,iqomah dan imam cuma satu orang padahal jema'ahnya banyak, yang menjadi pertanyaan saya apakah pada zaman Rasullullah SAW dahulu pernah dilakukan, mohon penjerahannya terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
AH
yanto (yanto) menulis: lha gimana wong sekarang orang buat masjid untuk gagah-gagahan thok nggak melihat lingkungan sekitar apalgi ditambah embel-embel ini masjid organisasi ini dan itu lah jadi gak murni untuk menegakkan addiin li i'la kalimatillah.
saguh sumarsono (saguh) menulis: Assalamu'alaikum wr wb
Gus, apa fenomena ini sebagai tanda-tanda akhir zaman? Bagaimana cara menyikapinya Gus..
Raynal Ramadhan (Raynal) menulis: Zaman sekarang, kebanyakan orang lebih memilih shalat subuh di rumah. alasannya? entah karena malas atau bangun kesiangan.
Memang di situlah sulitnya shalat subuh...
Sapto Raharjo (Mbah Sapto) menulis: Nyuwun sewu Gus, itu kalau di kampung saya namanya sholat sendirian.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.