"Filosofi" Poligami 7 Desember 2006 23:40:48 | Share
Mumpung lagi hangat soal poligami, ada sebuah joke dari KH Yusuf Hasyim, paman Gus Dur yang biasa dipanggil Pak Ud tentang “filosofi” orang berpoligami
Pak Ud mengatakan, "Kalau kita berniat poligami, jangan berfikir dengan kepala atas, karena tidak akan jadi. Tapi kalau berfikir dengan kepala bawah, pasti jadi”. (antara)
KOMENTAR
al faqier husn el abhiedien fadlan attubaniey (abhiedien) menulis: betul sekali...aku setuju.............coz itu memang tercipta tuk persoalan yang bawah bukan yg atas......(poligami itu tak mengenal logika.......just desire......OK)
Nanang j Susanto (nanang) menulis: Jadi heran saya, setiap poligami selalu dikonotasikan dengan hal ini. Apakah menikah itu memang cuma urusan "kepala bawah" itu saja?? Atau urusan yang lain... Maklum saya belum menikah... :D
Ali M (Alie) menulis: Kenape orang pada buruk sangka kepada orang yang poligami ya.... Tanya kenapa??????
8urhan (HANu) menulis: anda sebagai lelaki diberikan kebebasan dan kehormatan untuk mencintai wanita lebih dari satu, tapi kebebasan jangan di anggap sebagai hak sampeyan untuk cepat2 pingin menikah lagi:-D tapi itu tanggung jawab sampeyan untuk tetap menjaga kehormatan anda sebagai pria yang tetap busaha bahagiakan istri sampeyan dengan tetap jadikan dia istri satu2nya, tapi kalo dia ijinkan anda menikah lagi yah monggo, meski agak heran apa ada wanita seperti itu, tapi kenyataannya ada:-D muter muter
Andik suhariyono (dika) menulis: inggih Gus... leres... klo mau poligami jangan pikir macam2 yang pnting nafsu jalan tapi tidak melanggar aturan agaama...
andi nurdin (pendil) menulis: maaf salah pak kiai, buktinya aagym alasannya karena ajaran islam. memang hari..gini.... masih ada aj urusan dengan berlandaskan ajaran islam, padahal sifatny masih bisa dibilang sunnah namun harus mengorbankan perasaan seorang lain termasuk istri, bahkan bisa jadi keluarganya ikut tidak rela, nuwun sewu
bambang herwanto (bambang) menulis: Rasanya kok memang begitu ya, katakanlah poligamy diijinkan, namun pasti bukan wajib hukumnya, karena disana ada persyaratan bagi yang pengin melakukan, yaitu adil, jadi kalau ada yang mengatakan itu sunah rasul, kok gak tepat ya.
Adil itu mudah dikatakan sulit dijalankan, karena adil dalam kaitan ini tidak terkait dengan pembagian yang bersifat fisik, yang dapat dengan mudah dilakukan, ibarat membagi kue untuk beberapa orang, bukan itu. Tapi adil disini kok lebih dekat dengan rasa, jadi yang diperlukan adalah raa keadilan, bukan pembagian harta atau jatah kepala yang bukan diatas, tetapi adalah rasa. Karena rasa yang berhak mengatakan adil adalah obyek bukan subyek, dalam hal ini tentu para isteri. Jadi adalah nonsen ada rasa keadilan kalau tidak semua obyek mengetahui prosesnya, katakanlah isteri pertamanya, yang tahunya setelah terjadi. Kalau seperti ini, kemungkinannya adalah dia terpaksa menerima dengan segala alasannya atau tidak menerima. Dalam keadaan seperti itu maka pasti yang dirasakan adalah bukan rasa keadilan. Jadi kalau mau poligamy yakinkan kepada isterimu tentang nilai baik dan manfaat dari poligamy bagi dirinya, bukan bagi kaum suami, baru kamu dapat berbuat adil.
Prapto (Prapto) menulis: Bener mbah, Poligami bukan urusan kepala bawah tapi juga urusan hati kali...., coz kalau pake kepala bawah doang tanpa ada hati nurani ntar jadi ancur lagi...........
Abdu Rauf (Rouf) menulis: kang, gimana kalo libido sang istri lebih kuat dan "over" apa mereka berhak juga poliandri supaya tidak terjerumus perselingkuhan.. Pada realitasnya begitu banyak suami yang tidak mampu memuaskan istrinya.. Jadi alasan poligami karna syahwat itu tidak adil
wijiwilopo (wiji) menulis: siep....pak ud
komentar anda memang jitu
ndak neko, nggak kakean omong langsung nang persoalan
sekali siep, aku acungi jempol
saibu umar (saibu) menulis: yeee namanya poligami sapa yg bilang ga enak,emang bener pak ud klu poligami urusan kepala bawa,jd ga usah difikirin,orang poligami jga ga dilarang ko :D:D:D: yg penting bsa adil dlm segalanya termasuk jatah sang istri He..He..
teguh supriyanto (teguh) menulis: Saya mengacu kepada Al Qur'an yang jelas-jelas mengijinkan. Jadi poligami itu halal. Kalau Allah mengijinkan saya yakin manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya. Saya tidak akan sekali-sekali berani menentangnya, atau mempertanyakannya. Dalam hubungan dengan Allah, saya hanyalah seorang hamba, yang tidak harus selalu mengetahui alasan kenapa Allah mengijinkan. Saya mengakui pengetahuan Allah mengenai makhluk yang diciptakan jauh melebihi pengetahuan saya mengenai diri saya sendiri, dan model tatanan masyarakat yang Allah kehendaki. Saya harus tahu kapan saya harus beralasan, dan kapan tidak. Daripada berpolemik berkepanjangan halal-haramnya poligami, yang tata-caranya sudah jelas diatur dalam Islam, saya lebih suka berpikir bagaimana saya memperbaiki diri saya agar bisa menapak ke anak tangga yang lebih tinggi. Seringkali bersikap "mongso borong" lebih masuk akal. Saya tidak harus memiliki semua yang diciptakan Allah termasuk poligami. Allah tidak menciptakan seorang hamba untuk memiliki semuanya. Wallahualam.
Eko Farisul A'la (faris) menulis: Pengin Poligami...........?????
kenapa tidak..............??????
Wong mau menciptakan pasukan Alloh yang tangguh kok dilarang:)
tinggal nglobi istri aja kok repot...........
kalau boleh ya poligami.........
kalau endak boleh ya...............dilobi lagi...
Heri Setyawan (Heri) menulis: yang penting pakai kepala
haris sunarmo (haris) menulis: lha kalau perempuan pake kepala mana??? hayo....
amay (amay saja) menulis: "polyphonic" emang kedengeran lebih enak dari "monophonic",cuma harga ''handset''nya mahal..
Sapto Raharjo (Mbah Sapto) menulis: Karena kepala atas bisa berpikir dua kali, kepala bawah sudah tidak bisa berfikir lagi.
agus dwianto (agus) menulis: Segala sesuatunya harus berbekal ilmu ,yang kalau direnungi InsyaAllah tidak membawa ke jalan yang salah.Soal nanti ternyata bertanggung jawab sepenuhnya atau hanya untuk urusan ' kepala bawah ' thok,Allah lah yang akan menghakimi kelak. Menyakiti hati seseorang ( isteri pertama ) saja sudah merupakan persoalan yang nyata,persoalannya aturan agama kurang diresapi oleh banyak orang,sehingga terkesan hanya sebagai pembenar saja,wallahua'lam.
ABDAL MALIK (ABDAL) menulis: Ngapain ribut soal poligami? Monggo tinggal kita doakan saja: "Mudah-mudahan yang berpoligami bisa bener-bener adil". Memang nyatanya boleh kan? Gitu aja kok repot. Masih banyak yang perlu diperhatikan daripada sekedar urusan poligami. Ada anak ga mampu bayar sekolah, ada yang pusing ga bisa beli beras, ada yang katanya petani tapi ga pernah nggarap sawah (lebih-lebih punya sawah), ada ribuan santri di pesantren tapi berapa yang alim (mumpuni) dan seterusnya.... dan seterusnya.... dan seterusnya.... dan seterusnya....
abi fawwaz (fawwaz) menulis: poligami yess, gus dur no
afridatul luailiyah (avree) menulis: poligami hanya menjadikan perempuan tersiksa baik lahir maupun batin terkadang saya heran orang beralasan dari pada "jaja" lebih baik poligami wa..wah... jadi bingung nih katany cewaek punya nafsu 9 dan laki-lkai cum a1 tapi kok yang ribut soal sex kokya cowoknya tho apa mereka itu kagak malu lha wongn masih punya satu aja kok kagak betah apalagi kalau punya 9 mo jadi apa perempuan nanti .dasar cowok egois ingin enak pakek dalil agama kasihan deh..belgak pinter agam padahal kagak ngerti ap arti menghargai sesama m, membahgiakan istri anak dlll... wah wah... bukannya saya menyalahkan agama tapi ya mohon di pelajri dulu donk kalau mo poligami Ayat yang membolehkan poligami cuma 1 tapi aturan yang mengatur lebioh dari 4 ayat baynagkan donk wahhh bahkan hadis yang diungkapkan nabi ketika melarang Ali untuk menikahlagi cenderung untuk di gelapkan dasr klo mo enak ya jangan berlindung di balik agama donk kasihan deh...Klo ada yang beranggapan bahwa kita itu mo poligami untuk menerusakn keturunan yang berbibit baik soalnya "gali" aja punya ank banyak masak kyai cuma 1 nanti kalh donk sama anak- anaknya para "'gali" Wah wah siap juga yang kepingin klo anaknya jadi orang yang kagak bener walaupun orang tuanya orang yang kagak bener tolong di ingit ya yang pingin punya anak baik bukan cuma kyai tapi "gali" juga punya hak cdonk otre...
muhammad bahaur rijal (bahak) menulis: poligami knapa tidak??? janda2 tua yang masih gak dapet2 suami apa kita ndak kasihan??
zolli wardhana (zoli) menulis: 1 aja udah repot apalagi 2... pikir dong!!!!!!!
sultoni (sulthon) menulis: yap... aku setuju banget mbah... kalo kepala atas tidak diintervensi kepala bawah, keinginan kepala bawah (semata), tidak akan membuat seorang membenarkan dalih agama untuk memenuhinya.
arief musthofifin (arief) menulis: Kalo mo ngikut sunnah Rasul dengan berpoligami, ya gak usah setengah2. Tindakan Rasul jadikan rujukan primer. Yakni, nikahlah pertama kali dengan janda. Setelah itu, menikah lagi dengan janda sampai genap empat kali. Tapi, dari empat istri itu, pilih saja satu yang tidak janda (seperti Siti Aisyah gituhc.....).
Tapi ada gak ya orang yang mau poligami dengan nikahi janda tua, miskin, lemah, tak bedaya, dan terntindas dengan alasan melindungi??? Rasanya kok sulit....
Kalau janda muda, kaya, punya kuasa, dan cantik memang masih banyak. Itu tidak perlu dipilih untuk poligami. Tak ada alasan perlindungan buat mereka...
Jadi bingung gak tuhc kalo mau poligami persis seperti yang pernah dilakukan Nabi?!
Maka, pikirlah menggunakan kepala atas sekaligus kepala bawah. Cocok gak?
Muhammad susanto (Anto) menulis: SETUJUUUUUU.......
diandra paramita (diandra) menulis: Saya sepakat dg sdr. Arief, tidak bisa menahan nafsu y? sampai2 istri lebih dr 1....
menyakiti hati istri apa jg namanya ibadah?
diandra paramita (diandra) menulis: Ya Allah.......Ya Rabbi........ Ar rahman......... Ar rahim...........
Semoga kelak jika saya menikah, hanya saya satu2nya istri bagi suami saya...................
achmad najib (najib) menulis: pilih polytron mawon kyai.. mboten mumet
milih polygami mumet ra bar..bar..
BADRUS (DROUS) menulis: EMANGIN DITUBUH KITA ADA DUA KEPALA GUS. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA AMALNYA DAN DIAMPUNI DOSA-DOSANYA, AMIN
rudianto (rudy) menulis: Artinya bahwa kalo orang menggunakan kepala atas, maka dia gak bakalan berpoligami karena poligami itu gak masuk di akal sehat, merugikan orang lain & mementingkan diri sendiri. sedang kalo pake kepala bawah (nafsu sex yang diutamakan) dia gak bakalan pikir panjang.... gak peduli orang lain menderita.... yang penting "kawin"....
hairil huda (irel) menulis: buat sekarang 99% tepat banget kalau poligami urusan kepala bawah hehehe.....
kalau yang pengen poli nie... gw kasih alasan kata temen ane "ntar pas mati loe ditanya, kenapa kawin cuma sekali?, loe tanggung tuh dosa PSK" 99% setuju?1!@@?..,#@?
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.