Ini kisah ketika situs www.gusmus.net sedang didiskusikan rubrikasinya antara redaksi dengan Gus Mus di Rembang.
Salah satu rubrik yang disepakati adalah rubrik “gerimis” yang berupa untaian doa-doa keseharian. Direncanakan secara berkala, doa-doa sehari-hari yang dibutuhkan pembaca akan dihadirkan. Mulai dari doa makan, doa minta rezeki dan keselamatan, sampai doa dibebaskan dari himpitan hutang.
Sehubungan dengan doa yang terakhir di atas, Gus Mus tiba-tiba berkomentar, “wah kalau gitu nanti ada juga doa untuk mencari hutang….”
KOMENTAR
Rudjito el Fath (Djito) menulis: ah. Gus Mus ini bisa saja. yang paling menarik adalah ketika kita menjumpai makhluk cerdas (IQ) tapi juga cerdas dalam berhumor (EQ) dan berwasiat tentnag sabar, ketakwaan dan kebenaran (sampai pada SQ) insyaaLLah kita bisa temukan itu di Gus Mus. tapi serius... doa sehari-hari -bahkan pendek- yang mungkin dipandang biasa ini sangat penting, terlebih bagi mereka para praktisi yang sibuk -atau sok sibuk- sampai-sampai ga' sempet untuk sekedar datang ke majlis ilmu apalagi merintis untuk itu. maturnuwun Gus........
kae rembulane (a.srie) menulis: we...alah kalau ada doa yang untuk nyari utang saya mau daftar gus.tapi ya apa ada toh gus kok sampeyan ini bisa2 saja.ya paling wong tertentu saja yang bisa seperti itu.ada teman saya yang bilang kalo kyai itu mesti punya doa agar kehidupannya cukup. tapi doa itu ndak diberikan sama orang lain, nanti kalu semua umat jadi umat pendoa.ga ada yang mau bekerja,karena udah kecukupan uripnya.
andi nurdin (pendil) menulis: piye toh gus, mosok mo utang aja mesti berdoa, nanti malah ada doa yang minta merasa tidak berutang, dan doa tidak mau bayar hutang...
maturkesuwun
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.