"Mengantarkan" Seminar 1 September 2006 13:43:03 | Share
Alkisah, di sebuah pesantren di Jawa Timur, diadakan seminar dengan pembicara KH Sahal Mahfudz dari Pati (sekarang Rais Aam Syuriah PBNU).
Bagi para santri yang setiap hari membaca Kitab Kuning (literatur klasik), kata “seminar” masih sangat asing di telinga. Maklum, itu merupakan seminar pertama bagi mereka.
Selesai seminar, Kyai Sahal segera undur diri untuk sebuah keperluan. Karena suatu halangan, sang kyai tuan rumah tidak ikut menghadiri seminar.
Ketika pulang, ia bertanya kepada santrinya, “Bagaimana seminarnya?”
Dengan wajah tak berdosa, santri itu menjawab, “Seminarnya sudah pulang, Kyai! Sudah saya antarkan.”
KOMENTAR
suryadi (sur) menulis: kalau hanya sekedar humor, kejadian ini gak papa, tapi kalau kejadian ini nyata, alangkah malunya, rasanya pesantren menurut gambaran saya tidak setinggi itu pengetahuannya. bukankah itu kewajiban kita bahwa santri tidak identik dengan kebodohan, jorok dan penyakit kulit?
naudzubillah
saleh falehvi (saleh) menulis: Masya Allah bah yai, memang santri zaman sekarang lugu2 loh, mereka kan kenalnya halaqoh? bukan seminar, jadi mbok dimaklumi, jadi ingat temaen saya waktu baru mesantren di PONPES ALHIKMAH Benda sirampog brebes, ada santri yg disuruh beli kitab di toko milik Pak MAS'AD DAN BU MARPUAH, dia disuruh oleh saya untuk beli kitab MAS'ADUL FUAH... setelah dia ngomong sama pak mas'ad lansung dech dimarahin ma pak mas'ad dan saya dipanggil juga ikut dimarahin.....pokoknya kl ingat masa2 dipesantren bnyk hal2 yg lucu dech apalagi santrinya kan masih lugu tur wagu... bravo bah yai
Pamungkas, Didik (santri anom) menulis: nggih gus omongane saleh niki leres bgt,... lucu tur yo wagu...
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.