Alkisah : ada seorang pencuri yang berhasil mencuri baju. Maka disuruhnya anaknya menjual baju curian tersebut. Si anak pun membungkus baju dan pergi kepasar memenuhi perintah ayahnya.
Malang tak bisa ditolak ; di pasar, sebelum si anak itu sempat menjual baju, seorang copet telah menjambretnya. Maka pulanglah si anak dengan tangan kosong.
Sampai dirumah si ayah bertanya, “ Sudah kau jual bajunya?”
“ Sudah,” jawab si anak.
“ Berapa kau jual?”
“ Seharga modalnya!” jawab si anak kalem.
KOMENTAR
Rijal Mumazziq Z (Rijal) menulis: like father like son....leres to gus
K u s w a n t o (K u s) menulis: Memang bukan rejeki Bapak & Anak kali ya..?
Hebatnya si Anak sudah ngerti hitungan bisnis gus..gus..
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.