Pada zaman Kholifah Makmun. Seorang yang mengaku nabi dipanggil menghadap khalifah. Setelah sampai di Istana, Khalifah bertanya, “Kau yang mengaku nabi?
“bukan mengaku, saya memang nabi ! "
“Apa mu’jizatmu kalau benar kau seorang nabi ?“
“Terserah, khalifah minta apa?“
“Coba kau keluarkan dari bumi ini, sebuah semangka!“
“Beri aku waktu tiga hari!“
“Aku minta sekarang juga.“
“Ah, tuanku khalifah ini bagaimana, tuanku kan tahu sendiri, Allah saja menumbuhkan semangka dalam tiga bulan. Masak tuanku tidak mau menerima dari saya yang hanya tiga hari ?.“
KOMENTAR
anuri furqon (tubagus buang) menulis: hahahahaha
mirza ghulam harun (ayung) menulis: humor ini menunjukkan kedahsyatan daya pikir manusia. tapi sayangnya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya merekayasa,menipu dan atau apapun namanya.apakah tak pernah terbersit dalam pikiran mereka bahwa di atas semua itu ada Sang Maha Perekayasa yang bisa menghancurkan segala rekayasa-rekayasa itu??
Muklis (Akhlis) menulis: saya bisa lebih cepat tinggal beli aja carefour. he..he...
Much. Syaefulloh (Ipoul) menulis: Gimana kalo Lia Eden yang ditanya ya?
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.