GEMERICIK » Humor ala Gus Mus
Berkelahi memperebutkan apa ? 29 Nopember 2005 21:36:42 | Share
Konon, kuda tak memiliki limpa, onta tak memiliki empedu, ikan tak memiliki paru-paru, dan orang tolol tak memiliki otak. Benarkah ?
Orang yang berakal bilapun harus berkelahi dengan sesama, misalnya, biasanya karena membela suatu prinsip yang sangat diagungkan. Tapi orang tolol berkelahi bisa karena alasan yang sepele, atau alasan yang tak jelas atau bahkan tidak karena alasan apapun. Simak cerita ini :
Suatu pagi, seseorang sebut saja Joha ketika keluar rumah, menjumpai di depan pintu rumahnya tergantung kepala kambing. Baru saja dia berfikir siapa yang menggantungkan kepala kambing itu, datang tetangganya. Buru-buru, Joha pun sengaja bersikap seolah-olah sedang memperbaiki letak kepala kambing.
“Sedang apa kau Joha?” Tanya sang tetangga.
“ Ini sedang memeriksa kepala kambingku, “jawab Joha sambil terus memegang-megang kepala kambing.
“kau sendiri mau apa pagi-pagi begini sudah keluar rumah ? “
“Aku sedang mencari pakuku yang hilang. Semalam, ketika aku harus berhenti bekerja, kutinggalkan palu dan paku itu begitu saja di depan rumah. Ternyata pagi ini, hanya palunya saja yang ada.”
Berkata begitu, mata si tetangga melirik ke arah kepala kambing.
“Tapi pasti bukan paku ini kan?” Kata Joha cepat sambil meraba paku tempat bergantung kepala kambing yang diklaimnya itu.
Si tetangga pun mendekat dan katanya girang,” Betul, tak salah lagi, inilah pakuku yang kucari-cari. Saya masih ingat betul, ini ada karat sedikit di sini.”
“Nanti dulu,” sergah Joha, “paku berkarat kan biasa. Tidak harus pakumu. Saya mempunyai banyak paku semacam ini Semua orang tahu sejak semula paku itu sudah nempel di situ.”
“Tidak bisa,” kata si tetangga ngotot, “paku ini jelas paku saya !”
“Tidak mungkin !” kata Joha dengan suara mulai meninggi.
“Kenapa tidak mungkin ? “ teriak si tetangga.
“Pokoknya tidak mungkin !”bentak Joha
Walhasil, akhirnya mereka berdua berkelahi. Saling pukul dan saling banting. Syahdan, di tengah-tengah mereka sedang bergumul, datang seorang wanita, istri si tetangga, sambil membawa paku.
“Lho pak, kamu ini sedang apa dengan Pak Joha” Katanya, “ini lho pakunya sudah saya temukan, tertindih gergajimu.”
Kedua orang yang bertetangga itu pun menghentikan baku hantam mereka.
Bersamaan dengan itu, seorang lelaki asing datang, sambil mengambil kepala kambing yang tergantung di depan rumah Joha.
Katanya sopan,” Maaf bapak-bapak, saya mau mengambil kepala kambing saya. Subuh tadi saya tinggalkan untuk bersembahyang. Maaf kalau saya tidak sempat minta izin tadi. Maklum terburu-buru. Sekali lagi maaf, dan terima kasih banyak.”
| KOMENTAR |
Belum ada komentar untuk tulisan ini |
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar | « Kembali ke arsip Gemericik
|