"Pengobatan alternatif" demikian Salim menyebutnya, "Bila Anda batuk, maka minumlah perasan jeruk nipis dicampur kecap. Sementara, jika Anda mencret dan diare, minumlah teh pahit yang kental"
Dan alhamdulillah, lepas apakah uji klinis membenarkan pengobatan alternatif tersebut, para santri selama ini sudah merasakan keampuhan dan khasiatnya. Terkecuali Zaidun. Sudah dua hari Zaidun terserang batuk, dan Salim sudah menganjurkannya meminum campuran jeruk nipis-kecap. Namun, virus batuk itu belum juga pergi darinya.
Sebenarnya, Zaidun telah melaksanakan saran dari Salim, hanya saja caranya berbeda. Jikalau Salim menganjurkannya memeras air jeruk nipis langsung dicampur dengan kecap, Zaidun malahan pergi ke warung Bang Ilham untuk memesan nasi goreng plus es jeruk. Logikanya, menurut Zaidun, "Nutrisi yang terkandung dalam jeruk nipis tidak akan hilang ketika dicampur es dan gula pemanis. Dan di waktu yang sama, nasi goreng Bang Ilham menggunakan kecap". Ah, ada-ada saja. (msi)
KOMENTAR
Miftakhul Adhim (cak adhim) menulis: Assalaamualaikum Wr. Wb
Untuk pengobatan butuh sugesti dari pasien enaknya bagaimana cara mengobati dengan nyaman, bener dan sembuh. ini yang tahu hati nuraninya sendiri. ngapunten !
riza rozali (rozali) menulis: assalamualaikum warahmatulloh,,Nuwon Sewu Gus Mus,,Mungkin kah ada Filosofi khusus dari aplikasi kecap dan jeruk nipis,,,?
Muhammad Ibrohim Babusalam (Ibrohim) menulis: hehehehehehe,,,,,,,,
hamdan marsilan (hamdanmars) menulis: logika yang bagus.............. dan kayaknya seperti itulah bangsa negeri ini, memahami apa yang menurutnya benar tanpa mau untuk mengoreksi terlebih dahulu tapi malah langsung menuduh dengan tuduhan yang tidak benar padahal dia sendiri yang sebenarnya salah paham.....
MUKHAMMAD BURHANUDDIN (BURHAN) menulis: n_n
agus darminto (gus dar) menulis: bener niku gos, sekali dayung tiga empat makanan tercicipi
Mashuda Nurbani (Mashuda) menulis: Kayaknya org2x sdh makin kritis ya gus. cuma tawadlu yang mulai berkurang, itulah akibatnya, sakitnya gak sembuh-sembuh.
Togog Bilung (Togog) menulis: Walaupun ini humor, tapi maknanya dalam. Lihatlah si Zainudin yang berfikir melalui akalnya tentang sesuatu ilmu yang telah instan, namun akalnya mendominasi kepercayaannya bahwa yang dilakukannya itulah yang benar dan nikmat....akhirnya Zainudin tetap sakit. Salam hormat Abah
bahrul ulum a. malik (lum) menulis: xixixixixixi ... dasar!! si sakit pasti orang yg "ngeyelan!!"
Vista Rianda Sakti (...virisa...) menulis: .......*senyum*
contoh orang yang gemar bereksperimen, siapa tau dg bahan sama namun cara yang berbeda menghasilkan "khasiat" yang sama....
hmm....
Vista Rianda Sakti (...virisa...) menulis: ....senyum
muhammad muchlish (clies) menulis: mo enak nya za.... he he
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.