"Pengobatan alternatif" demikian Salim menyebutnya, "Bila Anda batuk, maka minumlah perasan jeruk nipis dicampur kecap. Sementara, jika Anda mencret dan diare, minumlah teh pahit yang kental"
Dan alhamdulillah, lepas apakah uji klinis membenarkan pengobatan alternatif tersebut, para santri selama ini sudah merasakan keampuhan dan khasiatnya. Terkecuali Zaidun. Sudah dua hari Zaidun terserang batuk, dan Salim sudah menganjurkannya meminum campuran jeruk nipis-kecap. Namun, virus batuk itu belum juga pergi darinya.
Sebenarnya, Zaidun telah melaksanakan saran dari Salim, hanya saja caranya berbeda. Jikalau Salim menganjurkannya memeras air jeruk nipis langsung dicampur dengan kecap, Zaidun malahan pergi ke warung Bang Ilham untuk memesan nasi goreng plus es jeruk. Logikanya, menurut Zaidun, "Nutrisi yang terkandung dalam jeruk nipis tidak akan hilang ketika dicampur es dan gula pemanis. Dan di waktu yang sama, nasi goreng Bang Ilham menggunakan kecap". Ah, ada-ada saja. (msi)
KOMENTAR
Belum ada komentar untuk tulisan ini
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.