TELAGA » Kajian Tasawuf dan Tafsir
Sambutlah Bulan Suci 25 September 2006 14:26:35 | Share
Oleh: A. Mustofa Bisri
Marilah kita sambut bulan suci Ramadan seolah-olah baru sekali ini datang kepada kita.Ya, meski secara rutin ia datang setiap tahun dan setiap kali datang kita menyambutnya dengan ucapan "Marhaban ya Ramadan" .....
.....hingga di spanduk-spanduk, kadang-kadang -justru mungkin karena kerutinannya- kita kurang dapat meresapi gairah apa yang ada dalam diri kita saat menyambutnya. Ini pada gilirannya akan mengurangi, kalau tidak malah menghambarkan makna sucinya.
Bulan Ramadan adalah bulan saat kitab suci Alquran diturunkan. Bahkan menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, shuhuf Nabi Ibrahim, Taurat Nabi Musa, Injil Nabi Isa, Zabur Nabi Daud, semuanya turun pada bulan Ramadan.
Kitab suci adalah firman Allah kepada hamba-hamba-Nya, umat manusia yang tinggal di bumi ini boleh jadi tidak tampak -karena terlampau kecil- bila dilihat atau dibandingkan dengan bintang-bintang dan planet-planet di peta alam semesta. Bahwa Allah Yang Maha Besar berkenan memfirmani hamba-hamba-Nya yang tinggal di bumi yang begitu kecil, tentulah sudah cukup untuk membuat hamba-hamba yang mengerti tidak berhenti menunduk takzim dan bersyukur kepada-Nya.
Firman Agung, Alquran yang suci itu, turun di tanah suci dan di bulan suci Ramadan. Karena itu, sudah selayaknya kita menyambut bulan suci ini dengan takzim dan mengisinya dengan memperbanyak menyimak firman-Nya itu (bukan sekadar berlomba cepat membaca teksnya). Syukur bersamaan atau seiring dengan itu, kita melakukan evaluaasi diri dengan bercermin pada nilai-nilai mulia yang terkandung di dalamnya.
Kita hadirkan rekaman perilaku kita masing-masing yang mengaku muslim beriman ini selama 11 bulan yang lalu, sambil bercermin kepada kitab suci yang kita imani itu. Kemarin -selama 11 bulan- kita terlalu sibuk dengan berbagai urusan dan mungkin tidak sempat melakukan evaluasi diri (kecuali mungkin diri orang lain). Marilah di bulan khuysuk ini, kita teliti kesibukan-kesibukan itu.
Jangan-jangan banyak kesibukan yang asal kesibukan atau tidak jelas kesibukan apa dan untuk apa. Padahal sering kesibukan-kesibukan itu telah menyita banyak energi, waktu, dan pikiran kita. Bahkan tak jarang melahirkan kekecewaan-kekecewaan dan duka meski tak membuat kita kapok.
Kita bisa meneliti rekaman kehidupan kita 11 bulan itu dengan jujur karena bulan suci Ramadan adalah bulan khusus kita dengan Allah. Bulan khusus Allah untuk kita. Hanya kita yang tahu kadar keikhlasan kita dan hanya Allah yang tahu pahala apa dan sebesar apa yang akan di anugerahkan kepada kita. Lebih-labih, keuntungan positif dari penelitian diri ini tidak untuk siapa-siapa. Hanya bagi kita sendiri.
Barangkali ada langkah-langkah kita selama ini yang tidak hanya menyimpang, bahkan bertentangan dengan firman-Nya, kita bisa mencatatnya untuk kita sesal-tobati dan kita lurus-perbaiki kemudian. Atau ada langkah-langkah kita yang sudah tepat sebagaimana ditunjukkan firman-Nya, kita pun dapat melanjutkannya dengan lebih baik.
Kita kaji ulang konsep-konsep kita dalam hidup selama ini untuk kita cocokkan dengan firman-Nya, dari konsep kita tentang Allah, tentang agama, tentang manusia, tentang hidup, hingga tentang ibadah. Siapa tahu justru karena salah konsep, kita pun salah melangkah. Misalnya, kita melakukan amal yang kita kira patut, ternyata menurut firman-Nya sama sekali tidak pantas, atau kita ingin dan menganggap suatu perbuatan kita mendapat ridha Allah alih-alih murka-Nya yang kita dapat. Naudzu billah.
Marilah kita sambut bulan suci Ramadan seolah-olah baru kali ini datang. Kita perbarui penyikapan kita terhadapnya, satu dan lain hal agar kita tidak terjerumus ke dalam rutinitas yang hambar. Kita sambut dengan kegairahan hamba yang ingin mengambil manfaat sebesar-besarnya dari bulan suci anugera-Nya ini.
Marilah kita puasa seolah-olah baru kali ini kita puasa. Kita lakukan qiyamullail, beribadah malam hari, seolah-olah selamanya kita belum pernah melakukannya. Kita baca diri kita dan firman-Nya seolah-olah kita baru saja mendapatkan bacaan baru. Semoga dengan demikian kita benar-benar mendapatkan manfaat yang optimal dari anugerah bulan suci ini bagi peningkatan kualitas diri kita, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah-Nya.
Selamat Datang Ramadan! Selamat Berpuasa, wahai Saudara-saudaraku kaum muslimin!
| KOMENTAR |
nida'ul ikromah (nida) menulis: puasa..........banyak orang yang yang puasa perutnya saja,tapi hati,mata,telinga juga mulut tak pernah berhenti melakukan perbuatan2 yang sebenernya dapat menghilangkan pahala dan nilai puasa itu sendiri............tapi mari qt berdo'a.semoga puasa di romadhon ini mendapatkan khusnul khotimah....... |
Barry Nuqoba (Barry) menulis: Saya rasa isi dari 'Telaga' di atas penuh dengan motivasi yang sangat bermanfaat dalam menyambut bulan suci. Harapan saya mudah-mudahan 'Telaga' juga akan menyajikan hal yg sama dalam menyambut bulan2 yang lain. |
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar | « Kembali ke arsip Telaga
|