Nikah Siri saat ini tengah menjadi perbincangan panas antara kelompok Islam dengan pemerintah. Nikah Siri akan dikriminalisasikan dalam RUU Perkawinan yang terbaru yang tengah digodog oleh parlemen. MataAir edisi ini akan coba mengangkat fenomena nikah siri terutama di sejumlah daerah yang marak terjadi beserta pro-kontra yang menyertainya. Untuk itu secara khusus kami mewwancarai KH Husein Muhammad seorang kyai yang dikenal pakar dalam membahas peranan perempuan dalam Islam. Menurut Kiai Hussein, nikah siri telah memakan banyak korbam di kalangan perempuan.
Selain nikah siri, pada edisi kali ini kami juga menghadirkan wacana “green school” dan “homeschooling” yang bisa menjadi panduan bagi para pendidik dan orangtua terutama menjelang tahun ajaran baru. Rubrik syifa edisi ini sangat perlu anda simak, karena mengulas tips tidur sehat cara Nabi. Selain itu kami juga menghadirkan figur cendekia muslim Rashaad Hussain yang menjadi utusan khusus Barrack Obama untuk dunia Islam. Rubrik-rubrik tetap lainnya seperti Ruang Ratih, Semesta Al Qur’an oleh Quraish Shihab dan kolom muara oleh Ahmad Thohari juga tetap hadir menyapa anda. Untuk mendapatkan Majalah MataAir secara rutin, anda cukup menghubungi 021-8297329 (Fauzi).
KOMENTAR
Belum ada komentar untuk tulisan ini
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.