Gus Mus: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Terhadap Ahmadiyah 7 Februari 2011 03:01:26 | Share
Wakil Rais Aam NU KH Mustofa Bisri menyerukan pemerintah agar menindak tegas pelaku penyerangan dan pembunuhan warga Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang, Banten. Karena jika tidak ada tindakan tegas atas perilaku main hakim sendiri tersebut, maka itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagaimana diberitakan banyak media, telah terjadi penyerangan atas warga Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang. Enam orang dilaporkan tewas, beberapa luka-luka, dan puluhan lainnya belum diketahui nasibnya. Hal ini memicu respon dari banyak kalangan, tak terkecuali Wakil Rais Aam NU.
KH Mustofa Bisri atau yang biasa dikenal dengan sebutan Gus Mus menyatakan tak habis pikir dengan perilaku main hakim sendiri tersebut. “Saya tidak ingin mempermasalahkan soal kepercayaan. Tapi ini soal kekerasan terhadap sesama. Soal main hakim sendiri, yang tak bisa dibenarkan,” ujarnya di akun Twitternya.
“Jika Negara ini membiarkan orang main vonis dan main hakim sendiri, maka itu tak ubahnya negara rimba,” lanjut Gus Mus.
Lebih lanjut Gus Mus menyerukan agar semua orang Indonesia yang muslim berani melawan praktek kekerasan yang sering dilakukan FPI dan sejenisnya. “Karena mereka seperti bukan ummat Muhammad SAW,” katanya. (vic/nuonline)
KOMENTAR
panca setyaputra (panca) menulis: setuju abah,pelaku kekerasan tersebut harus ditindak tegas dan dihukum...rasulullah SAW mengajarkan umatnya tuk saling mengasihi & menghormati antar sesama bukan main hakim sendiri...Allah SWT saja mengutus nabi Musa tuk berdakwah secara baik-baik kepada Fir'aun (yang mengaku-ngaku Tuhan)...apalagi warga ahmadiyah yang "cuma kesasar" gak mengaku-ngaku Tuhan..masa orang kesasar malah dipukulin,kan seharusnya dikasih tau mana arah yang benar...
muhammad subhan (subhan) menulis: Sekarang Ahmadiyah yang di serang oleh FPI ( Wahabbisme ) karena di anggap sesat, mungkin lusa giliran NU yang diserang, karena warga nahdliyyin melakukan ziarah kubur, tahlilan yang juga di anggap sesat oleh FPI ...pripun niki Gus?...
latifabdul (latif) menulis: Sudah seharusnya masarakat NU untuk memplopori mengembalikan HAK Ahmadiyah untuk menjalankan keyakinan agamanya.
Ulama2 atau pemerintah tidak berhak menghakimi keyakinan agama orang lain dlm menafsirkan ayat2 ALLAH.
Tidak ada surat kuasa dari Rasul kepada sunni atau syiah..itu artinya semua klompok2 islam berhak menafsirkan ayat2 ALLAH, Hanya ALLAH yang tahu siapa2 yg sesat dan siapa2 yg benar.
Semoga Gus Mus diberikan kekuaatan untuk membela klompok2 Islam yg tertindas walaupun kita tidak sepaham dgn ahmadiyah.
Siapa2 yang membiarkan dan menyokong atau tidak mengutuk perbuatan2 biadab klompok2 Islam Garis keras artinya mereka adalah teman2 Syaitan yg terkutuk.
salam
latifabdul (latif) menulis: Tambahan..
Dalam al quran sudah diberikan solusi kalau 2 klompok Islam berperang atu bermusuhan maka damaikankan lah mereka, kalau salah satu menganiaya yang lain,maka perangilah yg menganiaya dan bela yang tertindas..QS 49:9
Mari kita taati perintah ALLAH ini semoga NU dapat mempolopori nya,amin
salam
Muhamad irfan safitri (irfan) menulis: iya jgn2 mirip film wong fei hung
nurdin fahrudi (nurdin) menulis: Gus, mari kita doakan 2 pihak yang sedang tersesat ini (FPI maupun JAI). Semoga segera mendapatkan pencerahan dan segera kembali dalam islam yang rahmatan lil alamiin. Amiin.
Fatoni (Toni) menulis: Abah benar, orang menjadi bertindak anarkis karena hukum tidak di tegakkan. saat ini banyak orang merasa prustasi dengan hukum di Indonesia yang tidak kunjung baik dan adil sehingga banyak orang pada akhirnya main hakim sendiri. Semoga para pemimpin di negeri ini mau belajar dari peristiwa ini. dan hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang amiin...
Jayyid (Jayyid) menulis: Saya tidak setuju dgn kekerasan di Cikeusik itu. Pelakunya harus diproses secara hukum. Jika benar kerusuhan berawal karena seorang Ahmadi membacok tangan warga (bernama Sartta) hampir putus, Ahmadi inipun juga harus diproses hukum.
Jayyid (Jayyid) menulis: Yang saya khawatirkan kita maunya menutup mata jika nanti terungkap fakta bahwa pelaku kerusuhan di Cikeusik itu adalah saudara2 kita. Coba cermati sidang perusakan kampung Ahmadiyah di Ciampea Udik yang sekarang berlangsung di PN Bogor. Terdakwanya bukan dari organisasi2 yang sering kita tunjuk hidungnya itu. Tapi orang kampung lugu yang ritualnya sehari-harinya sama dengan kita : qunut, salawatan, tahlilan. Memang kita kadang hanya ingin mendengar apa yang ingin kita dengar. Bukan mendengar fakta yang sesungguhnya.
Jayyid (Jayyid) menulis: @Subhan : Bahkan mereka yang mengaku gerakan Salafi di Indonesia yang sering kita persepsi sebagai kepanjangan tangan ulama-ulama Wahabi Arab Saudi itu menentang keras apa yang dilakukan oleh FPI selama ini. Seperti juga mereka menghujat PKS dan Hizbut Tahrir dengan mencapnya sebagai Khawarij. Seperti juga mereka menghujat jamaah/organisasi lain sebagai ahlul bid’ah. Parahnya banyak orang yang karena pemahamannya dangkal tidak bisa membedakan antara salafi (mengaku salafi?) Indonesia, FPI, PKS, HT dll.
Jayyid (Jayyid) menulis: Kita tunggu saja proses hukum berjalan sehingga terungkap siapa pelaku kerusuhan di Cikeusik juga di Temanggung. Jika ia FPI atau organisasi apapun dan ada komando secara struktural maka para pimpinannyapun harus ikut diproses hukum. Tapi jika yang terjadi seperti kasus di Ciampea maka kita harus introspeksi diri kenapa Saudara kita terprovokasi untuk bertindak tidak dewasa seperti itu. PR untuk para kyai agar lebih serius ngramut (Jw : merawat) umatnya.
Miftakhul Adhim (cak adhim) menulis: Assalaamualaikum Wr. Wb.
Tentang tindak kekerarasan terhadap Ahmadiyah harus diselesaikan secara hukum,
untuk aliran ahmadiyah kita hargai asalkan tidak meresahkan dan tidak melecehkan agama lain. Perlu penjelasan tentang 'ahmadiyah ' ? menyimpang dari islam atau tidak ? Ngapunten !!!
masroni el_fadily (mas) menulis: sangat sulit abah kyai untuk mendidik mereka menjadi orang yang halus dalam bertindak termasuk menyikapi ahmadiyyah karena kekerasan sudah mendarah daging dalam diri mereka walaupun dengan dasar syiar agama. semoga di negeri ini masih banyak ulama-ulama yang bijak dalam menyikapi permasalahan bangsa ini, amin.
zaenal abidin (Zein) menulis: Kekerasan seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mereka!! ironisnya mereka mengatakan Atas Nama Islam....
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.