Gus Mus Harapkan Pemimpin Takut Pada Allah dan Cinta Pada Rakyat 27 Januari 2011 04:24:08 | Share
Gus Mus berharap para calon pemimpin merupakan orang yang takut pada Allah dan cinta pada rakyatnya. Demikian taushiyah Gus Mus pada acara Istighotsah menjelang Pemilukada Tuban yang digelar Polres Tuban dan dihadiri para calon bupati dan wakil bupati.
Dalam tausiyahnya Gus Mus, menghimbau kepada seluruah para calon bupati yang maju dalam Pemilukada Kabupaten Tuban nanti supaya bisa bertindak adil dan istiqomah ketika sudah menjadi pemimpin kabupaten Tuban.
"Semoga nanti calon yang menjadi bupati merupakan calon yang takut kepada Allah, dan cinta kepada rakyat," doa Gus Mus di sela-sela memberikan ceramah dalam acara tersebut seperti dilansir beritajatim.com.
Sementara itu ribuan masyarakat yang menghadiri acara tersebut juga nampak sejumlah calon bupati dan calon wakil bupati juga hadir dalam acara yang dilangsungkan dihalaman belakang Polres Tuban itu.
Hanya dua calon yang tidak datang dalam acara doa bersama untuk keselamatan Pemilukada itu yakni calon wakil bupati dari partai Golkar Haeny Relawati RW, yang menjadi calon pasangan Kritiawan, dan calon bupati Setiadjit yang hanya di wakili oleh calon wakilnya.
Sementara itu Kapolres Tuban, AKBP Nyoman Lastika menjelaskan jika acara istighotsah dan doa bersama itu adalah merupakan salah satu upaya untuk melakukan sosialisasi dan harapan supaya pelaksanaan Pelukada nanti bisa berjalan dengan aman.
"Ya ini juga merupakan cara untuk menciptakan Pemilukada aman dengan kita berdoa, setelah kita lakukan berbagai latihan dan antisipasi, supaya kerusuhan tahun 2006 silam tidak terulang lagi," jelas Kapolres setelah berlangsungnya acara doa bersama itu.
Kapolres menghimbua kepada seluruh pasangan calon bupati dan wakil bupati, untuk bisa bersikap bisa menerima terhadap semua yang terjadi. "Kami berharap supaya yang menang tidak banyak komentar, dan yang kalah jangan banyak komentar, supaya Pemilukada bisa aman," ungkapnya. (nuonline)
KOMENTAR
Belum ada komentar untuk tulisan ini
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.