"Apabila kita belum mampu berbuat baik kepada sesama hamba tanpa pamrih, setidaknya marilah berbuat baik dengan pamrih mendapat balasan dari Tuhan"
KOMENTAR
agus wahyono (agus) menulis: kalau belum mampu juga, setidaknya janganlah berbuat jahat kepada sesama.
boleh, bah...?
Hardi Suryana (Hardi) menulis: setuju, hal itu adalah implementasi nyata dari tegaknya shalat..saya selalu berpikir saya ngga berhak menghilangkan kedzhaliman, tapi kewajiban saya menegakkan keadilan..yaitu dengan menghindarkan diri kita dari niat jahat..
Moch Husnul Musta'in (Inul) menulis: betul juga karena ALLAH SWT Maha Kaya
AHMAD MUNIR (MUNIR) menulis: Ya Allah jika berbuat baik dengan pamrihpun hamba belum bisa. Semoga diamnya hamba yang belum mampu membantu yang lain juga menjadi ibadah. Semoga suatu saat kita bisa bersama-sama membantu yang lain. Ampuni hamba yang egois ya ALLAH
idham Kholid (idham) menulis: Pamrih dan ikhlas...sejenis hal yang susah diukur...tapi biasanya nampak jelas berakibat dalam setiap amal perbuatan kita...ini memang pelajaran Tuhan yang sungguh sukar jika hanya dipahami...tapi memang hartus diamalkan...(semoga komentar ini juga tidak berharap pamrih)
hasan mabrury (brury) menulis: akan lebih baik lagi jika berbuat sesuatu atas dasar cinta kepada Allah tanpa mengharap balasan dariNya...Ya Allah mudahkan lah kami dalam hal itu....
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.