"Umur membuat kita bertambah bodoh pada saat ia membuat kita bertambah arif".
KOMENTAR
yanto (yanto) menulis: karena semakin banyak multi-arif yang belum diraih. satu menjadi bagian dari multi itu sendiri. ibarat lampu semakin terang cahayanya semakin gelap bagian dekat yang mengitarinya dan daerah jauh yang belum terjangkau olehnya.
rais sonaji (rais) menulis: Semakin lama dan semakin dalam kita menggali mata air pengetahuan, semakin kita sadar bahwa lebih banyak yang tidak diketahui daripada apa yang diketahui. Ini menimbulkan kesadaran diri bahwa waktu dan pengetahuan menjadikan kita semakin bodoh. Bahkan hingga tahap tertentu, tumbuhlah kesadaran baru bahwa pada hakikatnya kita tidak memiliki setetes pun pengetahuan tentang Kebenaran itu. Namun dalam rentang waktu yang bersamaan, kesadaran itu menjadikan kita lebih bijaksana karena pada akhirnya kita mau mengakui dengan tulus bahwa di antara yang berpengetahuan itu ada Dia Yang Maha Mengetahui. Semoga Dia Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana berkenan untuk tetap terus mencurahkan pada kita air pengetahuan yang murni dari sisi-Nya, karena sesungguhnya hanya Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Dan semoga kiranya pula kita diberi kemampuan untuk dapat mengamalkannya di jalan-jalan yang di ridhai-Nya. Amin.
bambang takri subarkah (barkah) menulis: umur adalah rahasia dan misterius. Umur bisa membuat bodoh atau arif, tinggal bgmn yg punya gunakan umur. Smg sisa umur kita bermanfaat. amin
bambang takri subarkah (barkah) menulis: umur adalah rahasia dan misterius. Siap2lah untuk menghadapi pemberhentian umur. Smoga sisa umur kita bermanfaat. amin
wijiwilopo (wiji) menulis: rumit sekali gus....sederhana aja kalau kita merasa tinggi sebenarnya kita telah jatuh
Prasetyo (Tyo) menulis: orang yg bertambah ilmu pengetahuannya, semakin sadar semakin banyak hal uang belum diketahuinya. Tidak merasa lebih pandai dan benar sendiri.
Rudjito el Fath (Djito) menulis: mudah-mudahan apa yang tertulis itu buisa menjadikan paham bagi pembaca....aminn slam buat pembaca semua
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.