"Ayam berkokok boleh jadi menyambut fajar yang tiba atau menyesali malam yang pergi"
KOMENTAR
Raden Achmad Haryokusumo (Rio) menulis: Jika sang ayam baikan ama kita. tentu kita mengatakan si ayam berkokok menyambut pagi. Beda kalo si ayam jengkelin kita. Pati kita tegur si ayam, "ngapain lagi berkokak kokok aja" ga akan kembali tu malem tau.!! hehe
wijiwilopo (wiji) menulis: juga dapat di artikan umur kita berkurang satu hari
juga berakhirnya ujung lingsir wengi dari waktu yang mustajabah
Raynal Ramadhan (Raynal) menulis: Manusia itu bermacam-macam. Ada yang bersyukur terhadap apa yg dia dapat, ada juga yang menyesali apa yang dia dapat. Coba saja bayangkan kalau nanti pasti ada orang yang akan menyambut akhirat dan ada orang-orang yang menyesali berakhirnya kehidupan di dunia...
bambang dwi putranto (bambang) menulis: sejalan dgn wiji mengingatkan semakin dekatnya sang maut, mengingatkan berapa pundi-pundi bekal kita untuk hari kemudian
Sapto Raharjo (Mbah Sapto) menulis: Ayam berkokok sebenarnya membangunkan kita untuk segera sholat subuh, karena bahasa arabnya kura fasih dia tidak bisa menyebut "Asholatu khoirul mina nauum" maka dia menyebuk kukuruyuukk.
rais sonaji (rais) menulis: Menurut hemat saya, itu tergantung pada telinga yang mendengarkannya.
Muhamad Zainul Alfat (Inu) menulis: kita yang harus jadi ayamnya yang menyesali gelap untuk menuju terang
budi santoso (budi) menulis: ayam berkokok ? Alhamdullilah masih bangun kita dari "mati" subhanallah ayo apel pagi pada "majikan" alam semesta sambil berucap sukur dan tafakur
paijo (kang paijo) menulis: Seandainya yang berkokok itu manusia bagaimana ya? Apakah juga akan membangunkan ayam?
rais sonaji (rais) menulis: Mulai Detik Ini
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Satrio Piningit !
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Ratu Adil !
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Avatar atau Kalki !
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Mesiah !
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Imam Mahdi !
Siapa pun penyelamat yang kita rindukan itu,
Dia tidak akan pernah datang, jika kita hanya menunggu !
Siapa pun sosok cahaya penyibak kegelapan itu,
Dia tidak akan pernah menyapamu, jika kita hanya termangu !
Berfikirlah duhai manusia dengan cahaya akal sehatmu !
Merasalah duhai manusia dengan cahaya hati nuranimu !
Mohon,
Dengarkan baik-baik !
Camkan baik-baik !
Renungkan baik-baik !
Rasakan dalam-dalam !
Satrio Piningit itu,
Ratu Adil itu,
Avatar atau Kalki itu,
Mesiah itu,
Imam Mahdi itu,
Yang telah sekian lama kita tunggu dan kita rindukan,
Sebenarnya sudah lama ada di dalam diri kita sendiri,
Satrio Piningit itu, Ratu Adil itu, Avatar atau Kalki itu, Mesiah itu, Imam Mahdi itu ada di dalam hati nurani kita sendiri !
Selama ini, ”kebodohan kolektif” kita,
“Memenjarakannya” dengan rapat di dalam kegelapan dada kita sendiri.
Mulai detik ini,
Bukan lagi waktunya tuk menunggu,
Mulai detik ini,
Mari kita sibak beribu tirai-tirai kegelapan dari hati kita,
Satu-persatu,
Hanya dengan melalui cara itu,
Penyelamat itu akan menjelma !
Hanya dengan melalui jalan itu,
Penyelamat itu akan datang !
Mohon,
Mulai detik ini,
Berhentilah menunggu Penyelamat itu,
Karena Dia tidak akan pernah datang, jika hanya ditunggu.
Mohon, mulai detik ini,
Buka mata, telinga dan hati nurani kita,
Penyelamat sesungguhnya itu hanya akan bekerja melalui mata, telinga, lidah, tangan dan kaki kita sendiri !
Penyelamat itu pada hakikatnya adalah Dia, Tuhan Yang Maha Esa dan kita !
Mohon,
Mulai detik ini,
Berusahalah, hai engkau orang-orang yang berusaha, !
Mulai detik ini,
Bekerjalah, hai engkau orang-orang yang bekerja !
Dan penuhilah setiap helaan dan tarikan nafasmu dengan kalimah Tauhid serta Cinta !
Mulai detik ini,
Berbekal sabar, syukur dan tawakal,
Tetaplah bersiaga di garis perbatasan !
Hidup kita sesungguhnya ibarat bandul yang terikat pada Seutas Tali,
Bandul dalam ayunan Tali-Nya Yang Maha Kokoh lagi Maha Lembut,
Sementara kita, manusia, mahluk, hamba dan budak Cinta-Nya,
Senantiasa berayun-ayun di antara dua kalimah suci, Alhamdulillah dan Astagfirullah.
Mulai detik ini,
Tanamkan di lubuk sanubarimu yang terdalam,
Tiada daya dan upaya kita selain dari-Nya,
Dia-lah Penolong Sejati itu,
Dia-lah Penguasa Mutlak itu,
Dia-lah Yang Esa itu,
Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Bergantunglah hanya pada Tali Yang Maha Kukuh itu !
Dan yakinlah bahwasanya, tipu daya iblis itu sangat-sangat-lah lemah !
Maka apakah kamu tidak memikirkan ?
Mulai detik ini,
Marilah kita sama-sama belajar meyakini bahwa,
Jiwa dan Ruh kita satu !
Dia dan kita-lah Penyelamat itu !
Dia dan kita-lah Cahaya Cinta itu !
Mulai detik ini,
Mari kita bangun sebuah peradaban dimana manusia diliputi rasa saling mengasihi dan menyayangi !
Mulai detik ini,
Mari kita bangun sebuah peradaban dimana manusia dengan kedua kakinya melekat di wajah bumi, namun jiwa dan ruh-nya menggantung di Arsy !
Bangunlah duhai jiwa dan ruh yang suci murni, bak salju di musim dingin !
Lihatlah ! cahaya fajar telah datang tuk menyibak kegelapan !
Agar musim semi kembali bernyanyi dalam taman yang indah dan harum baunya !
Mari kita bangun sebuah peradaban baru,
Peradaban Cahaya Tauhid dan Cinta !
Marilah berdoa, berpuisi, berkarya, bernyanyi dan menari dengan penuh rasa santun dan tawadhu untuk memuji Keagungan dan Keindahan-Nya.
Mari jadikan hidup dan kehidupan kita di Bumi yang singkat dan fana ini menjadi lebih berarti,
Peganglah satu semboyan :
Hiduplah berarti dan sesudah itu mati !
Yakinlah bahwa pilihan eksistensi kita di muka bumi ini hanya dua,
Hidup mulia atau mati sahid !
Hai jiwa yang tenang,
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya,
Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,
Dan masuklah ke dalam surga-Ku !
Mari, mari, oh kemari Cinta !
Bersama kita sama-sama wujudkan surga itu di muka Bumi !
Hai seluruh jiwa dan ruh dari awal hingga akhir !
Dengan izin Tuhan-mu Yang Esa, kupintakan mohon merapatlah kemari kalian seluruhnya,
Merapatlah pada Cahaya Kebenaran dan Cahaya Cinta !
Mari, mari, oh kemari Cinta !
Inilah hari proklamasi kemerdekaan kita yang sejati !
Mari kita bebaskan diri kita dari perbudakan hawa nafsu kita sendiri !
Musuh kita yang sejati sesungguhnya ada di dalam dada kita sendiri !
Yakinlah ! Yakinlah ! bahwa tipu daya setan itu teramat lemah !
Berserah dirilah sepenuhnya pada-Nya !
Bergantunglah hanya pada-Nya !
Berlindunglah hanya pada-Nya !
Dia, Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Pecinta !
Amin ya Rabbal a’lamin.
Bumi Allah, cahaya fajar t’lah tiba. 20 April 2007.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.