"Orang yang menderita dalah orang yang luas pengetahuannya, tinggi cita-citanya, namun rendah kemampuannya"
KOMENTAR
Mohammad Savier Azmy (Azmy) menulis: Mungkin dapat pula dikatakan bahwa orang yang menderita adalah orang-orang yang hanya mampu membicarakan mimpinya tanpa dapat merealisasikannya??
wijiwilopo (wiji) menulis: memang, tapi orang yang sukses adalah mensikapi hasil akhir dengan memaximal kemampuan yang mendasarkan ke hati lillahita allah sebagai sandaran
rais sonaji (rais) menulis: wah-wah gawat berarti saya orang paling menderita, udah cetek pengetahuan, rendah cita-cita dan sama sekali tidak punya kemampuan...lahaulawalaquwata illabillah, ampuni hamba ya Rabb..
BADRUDDIN (BOY) menulis: orang yg menderita itu bukan tidak punya kemampuan tetapi karena terlalu banyak kesempatan dalam menjalankan hidup ini karena makin besar tanggungjawab yang dipikulnya maka ia makin menderita, seperti Umar bin Abdul Aziz, ia menjadi khalifah lalu ia mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
Raden Achmad Haryokusumo (Rio) menulis: Benar sekali kata Gus Mus.
Penderitaan yang ku alami saat ini. Karena cita-cita dan pengetahuan ku.
anang al ghozali bin abdul aziz (Guz anang) menulis: Kebahagiaan dan kesedihan hanyalah permainan bagi jiwa- jiwa yang mulai tumbuh menjadi DEWASA,bagi jiwa yang mulai dewasa ia kan tahu, baik kebahagiaan maupun kesedihan itu adalah sama,tak pasti dan silih berganti
Harry Usman (Harry) menulis: Allahu Akbar, Maha Besar Allah ; maha kecil aku ini.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.