"Lebih Baik Segera Menyalakan Lilin, Daripada Mengutuk Kegelapan"
KOMENTAR
Sapto Raharjo (Mbah Sapto) menulis: Sikap yang bijak dan bajik, mencari solusi lebih berarti daripada meludahi matahari.
Andik suhariyono (dika) menulis: menyikapi segala sesuatu yang ada dskitar kita lebih baek dari pada ngomeeeeel trus.mboten ngoten ta gus?l
Raden Achmad Haryokusumo (Rio) menulis: benar Gus. berbuat kesia-siaan adalah hal yang paling merugikan kita.!! ketika kita berbuat salah kita salahkan "setan" nya. padahal nafsu amarah kita lah yang menggiring kita kedalam kesalahan.
Prapto (Prapto) menulis: Leres Mbah, memang kita harus segera mencari jalan keluar terbaik dari pada mencari kambing hitam....
Habis Gelap terbitlah terang........
Ari Muharam Milani (Ari) menulis: Bertindaklah sesuai apa yg harus dilakukan dgn kemampuan yg bermanfaat.
dewanto (anto) menulis: Memang, kebanyakan orang lebih suka mengeluarkan energi negatif. Mencaci, menggerutu, sampai mengganggu. Berkontribusi membuat situasi lebih buruk dan tak nyaman. Kenapa tidak terjadi sebaliknya ya? Orang-orang lebih banyak mengeluarkan energi positif, memberi kontribusi bagi sekitarnya/orang lain, saling membuat nyaman orang lain.
amalia wulansari (lia) menulis: bertindak adalah sesuatu yang lebih baik dari pada berkata
wijiwilopo (wiji) menulis: hehehehehehe...bole juga gus...
tapi bolekan saya tambahai......
perjuangan yang paling sulit adalah mewujudkan untaian dari kata kata bijak dari hati kita
hamam nasirudin (hamam) menulis: adanya kegelapan pasti sebelumnya terang benderang, boleh jadi karena listrik padam. lilin menjadi pilihan yang tepat, walaupun kecil tetapi ampuh untuk menghilangkan kebingungan dan memberikan harapan yang lebih baik. mengapa semangat kebangsaan indonesia padam, apakah saling menhujat dan mencaci, serta merendahkan budaya dan martabat bangsa itu tepat?, alangkah lebih baiknya mulai dari diri sendiri dan dari yang terkecil.
M. Lutfi Eko Putranto (Upit) menulis: Orang Indonesia seringnya maunya berpikir yang besar-besar saja.......Padahal untuk bisa naek ke lantai 2 cara yang paling praktis khan ya lewat tangga satu persatu to Gus ? So.....jadinya sering gagal deh.........so......cari kambing hitam, kambing coklat, kambing bandot, kambing brewok.................
ILHAM MUSOLIN (ILHAM) menulis: Kalau memang suka dalam kegelapan ya..tidak perlu menyalakan lilin.ha..ha.Tapi yang jelas setiap ada persoalan akan lebih baik kita segera mencari jalan keluarnya sehingga persoalan tersebut tidak berlarut - larut dan tidak merugikan orang banyak seperti lumpur lapindo ha.ha.ha.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.