"Berikan tongkat pada orang yang buta, berikan makanan bagi orang yang kelaparan, berikan payung pada orang yang kehujanan dan berikan pakaian bagi orang yang telanjang" (Sunan Drajat)
KOMENTAR
yanto (yanto) menulis: intine yang terpenting adalah saling memberi terhadap apa yang kita miliki karena tidak dianggap suatu kebaikan selama enggan menginfakkan (memberikan) sesuatu yang kita cintai. tongkat, makanan, payung dan pakaian adalah simbol yang pada dasarnya merupakan kesenangan yang melekat kuat pada sifat dan watak manusia. sebaliknya tidak semua mempunyai itu semua baik tongkat, payung, makanan apalagi pakaian.
haris sunarmo (haris) menulis: berikan sesuatu pada orang lain yang orang lain butuhkan. apa gitu ya....
K u s w a n t o (K u s) menulis: Sesuatu yang kita berikan kepada orang yang membutuhkan, itu namanya mengharap ridho ALLAH SWT.
Sedang sesuatu yang kita berikan kepada orang yang tidak membutuhkan atau dengan kata lain berkecukupan, itu namanya SUAP.
wijiwilopo (wiji) menulis: urep iku gawe lian gus, mendae menungso roso, rumongso, ngrumangsane yen urep gawe lian isyaallah kahanan gak ruwet koyok ngene gus, akeh wong butuh di waah no wong lio, oro duwe sipat eeee urip butuh wong lio lan di butuh kangge lian.
gus, iki mbok menowo kang di sebut kahanan jaman " kali ilang kedung, pasar ilang grebengbenge, wong thalil ilang kumandangi " dungo kulo mugi mugi seger waras.
hamam nasirudin (hamam) menulis: berikan ilmu bagi orang yang bodoh, berikan sekolah bagi orang yang miskin, berikan kepastian hukum pada rakyat, berikan moralmu bagi semuanya
amay (amay saja) menulis: menurtu saya intinya berbuat baik tapi kudu lillahi ta'ala..jadi kita memang harus berguna bagi lingkungan sekitar...bukan begitu gus ?
Sapto Raharjo (Mbah Sapto) menulis: Alladzii athmau minju' wa aamanahum min khauf (Quraisy : 4) Memberi makan pada orang yang lapar dan memberi rasa aman kepada yang ketakutan.
andi nurdin (pendil) menulis: dan berikan hati nurani pada diri kita. maturnuwun
Ari Muharam Milani (Ari) menulis: Lakukan segala sesuatu Pada tempat yg haq .
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.