"Ayam berkokok boleh jadi menyambut fajar yang tiba atau menyesali malam yang pergi"
KOMENTAR
wijiwilopo (wiji) menulis: kadang kita kalah sama makluk lain ciptaan tuhan yang tahu kapan saat saat mustajabah itu hadir setiap hari untuk melepas lingsire wengi di saat manusia tidur baik secera fisik maupun lubuk mata hati.
lerezs dauh simba " telek buntel klaras "
Eko Farisul A'la (faris) menulis: menyambut fajar atau menyesali malam adalah keniscayaan.
tapi kalau berkokok karena diadu buat cari uang.............:
"ayam berkokok boleh jadi menyambut pembebasan fajar yang tiba atau menyesali kemalaman yang pergi"
haris sunarmo (haris) menulis: jangan pernah tinggalkan aku dengan malam-malam yang indah bersama-Mu... ayam saja menyesala kita???
hamam nasirudin (hamam) menulis: selayaknya manusia bangun tengah malam (sholat), boleh jadi akan membawanya ke tempat yang terpuji, atau minimal bangun setelah mendengar kokok ayam, dan menyadari karunia kehidupan yang baru , telah diberikan kepadanya.
hamam nasirudin (hamam) menulis: SUNGGUH RAHMAT ALLAH MELIPUTINYA
amay (amay saja) menulis: emang udah aturan ayam bisa berkokok.mau menyesali malam yang pergi atau menyambut fajar,ya mau-maunya ayam..yang penting kan manfaat-nya ayam.
Anda harus menjadi anggota dan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.